Pementasan Wayang Kulit di Blora Digelar secara Virtual

oleh
Pagelaran wayang kulit virtual tanpa penonton dan siarkan live di kanal media sosial digelar Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora, Kamis 25-6-2020 malam.Foto/Ais

Blora- Setelah sekian lama vakum tanpa pementasan akibat pandemi virus korona (Covid-19), pertunjukan wayang kulit malam Jumat Pon kembali digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora, Kamis 25-6-2020 malam.

Hanya saja kali ini pagelaran wayang kulit dilakukan secara virtual dan tanpa penonton. Namun, masyarakat masih bisa menyaksikan pagelaran tersebut melalui media internet live streaming di kanal-kanal media sosial.

Pagelaran wayang kulit setiap malam Jumat Pon di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora sebelumya rutin digelar Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) bekerjasama dengan Dinas Kepemudaan Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Blora.

Namun, semenjak pandemi Covid-19 awal Maret 2020, pagelaran itupun ditiadakan. Tak hanya di pendopo rumah dinas bupati, pementasan wayang kulit di Blora juga ditiadakan sebagai pencegahan penyebaran virus korona. Selain wayang kulit, pementasan seni budaya lainnya seperti barongan, termasuk kesenian kontemporer seperti orgen tunggal dan dangdut juga diliburkan.

Kini, seiring akan diterapkannya tatanan kehidupan baru (new normal) Covid-19, pagelaran kesenian bakal diadakan lagi dengan menerapkan protokol kesehatan. Yakni penerapan pemakaian masker, jaga jarak dan cuci tangan pakai sabun bagi para pelaku kesenian maupun penonton. ‘’Kami meminta semua seniman patuhi protokol kesehatan ketika nanti dibolehkan melakukan pementasan seni pertunjukan di masyarakat,’’ ujar Bupati Djoko Nugroho saat menghadiri pagelaran wayang kulit virtual di pendopo rumah dinas bupati, Kamis 25-6-2020.

Baca Juga :   Di Bojonegoro Satu Pasien PDP Meninggal

Bupati Djoko Nugroho mengemukakan, pagelaran wayang kulit virtuan kali ini juga sebagai contoh penerapan protokol kesehatan dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19. Para penabuh gamelan dan pesinden yang biasanya bersandingan, kata Bupati, kini harus menjaga jarak. Mereka juga pakai masker dan cuci tangan dengan sabun atau hand  sanitizer. Para pesinden, meskipun pakai masker, menurut bupati, suaranya juga tidak berubah, tetap merdu.

“Saya minta lihat ini semua, contoh bagaimana pertunjukan wayang kulit dengan protokol kesehatan. Kalau nanti di desa bisa melaksanakan pertunjukan seperti ini, nanti saya izinkan. Insyaallah, Juli nanti pelan-pelan kita buka kembali,’’ tandas Bupati Djoko Nugroho. Bupati menyatakan akan segera melakukan koordinasi dengan Kapolres Blora AKBP Ferry Irawan untuk perizinan pementasan seni budaya di Blora.

Baca Juga :   Dua Kandidat, Cabup-Cawabup Blora Digantikan Kartini dan Lusiono

Pagelaran wayang kulit virtual di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora menampilkan dalang Ki Muda Sutarno dengan membawakan lakon Sudamala. Pagelaran berlangsung sekitar tiga jam mulai pukul 21.00 WIB. Acara diawali penyerahan tokoh wayang Sadewa oleh Ketua Pepadi Blora H. Sukarno kepada dalang. Di sela-sela pertunjukan wayang kulit, bupati juga meminta perwakilan seniman seperti tayub dan kethoprak untuk menyampaikan simulasi dan usulan terkait pementasan memasuki new normal Covid-19.

 

Ketua Pepadi Blora H. Sukarno mengatakan pentas wayang kulit kali ini pertama kali digelar setelah tiga bulan vakum akibat pandemi Covid-19. Dia mengungkapkan, selama pandemi Covid-19 banyak seniman Blora, khususnya dalang wayang kulit, yang tidak bisa beraktivitas dan tidak ada penghasilan karena job pentasnya dibatalkan. Pihaknya pun menegaskan akan menaati protokol kesehatan pencegahan Covid-19 ketika diizinkan menggelar pementasan. ‘’Mewakili para dalang dan seniman Blora, kami siap mematuhi protokol kesehatan,’’ tegas H Sukarno.

Penulis  : Ais

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *