damarinfo.com – Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) merilis daftar penerima pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Tahun 2026. Dari perguruan tinggi swasta di lingkungan LLDIKTI Wilayah VII, Universitas Bojonegoro mencatat jumlah proposal riset mahasiswa terbanyak yang lolos pendanaan.
Berdasarkan Surat Penetapan Nomor 1792/DST/B2/DT.01.00/2026, mahasiswa UNIGORO meloloskan enam judul proposal pada tahun ini.
Capaian itu menempatkan UNIGORO di posisi teratas di kalangan perguruan tinggi swasta Jawa Timur. Dari total 65 proposal PTS yang lolos pendanaan di lingkungan LLDIKTI Wilayah VII, enam proposal berasal dari mahasiswa UNIGORO.
Hasil tersebut menunjukkan meningkatnya daya saing perguruan tinggi daerah dalam kompetisi riset dan inovasi tingkat nasional.
Riset Eksakta dan Isu Lingkungan Mendominasi
Lima dari enam proposal berada di skema PKM-Riset Eksakta (PKM-RE). Satu proposal lainnya masuk bidang PKM-Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM).
Mahasiswa UNIGORO banyak mengangkat isu lingkungan dan kebutuhan masyarakat. Tema yang mereka pilih mencakup mikroplastik, efisiensi energi bangunan, hingga teknologi kemasan pangan.
Salah satu tim meneliti pemanfaatan biochar daun genjer untuk mengurangi mikroplastik di perairan. Tema tersebut berkaitan dengan kondisi daerah aliran sungai di Bojonegoro.
Mahasiswa juga mengembangkan beton tahan gempa melalui inhibitor reaksi alkali-silika. Selain itu, mereka merancang kemasan aktif berbasis bioplastik sebagai pengawet alami.
Tim lainnya meneliti beton insulasi termal untuk efisiensi energi bangunan. Ada pula riset kemasan pintar yang mampu mendeteksi pembusukan buah.
Sementara itu, proposal PKM-PM mengangkat program “Gerakan Pengolahan Sampah Mandiri oleh PKK Desa Sumengko”. Program tersebut berfokus pada penguatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Kolaborasi Mahasiswa dan Dosen
Mahasiswa dan dosen melakukan pendampingan intensif sejak tahap penyusunan proposal. Kolaborasi tersebut membantu tim mempersiapkan proposal hingga lolos pendanaan nasional.
Ketua tim PKM-RE, Eka Nazwa Salsabilla, mengatakan timnya memilih tema mikroplastik karena dekat dengan kondisi lingkungan Bojonegoro.
“Kami ingin riset yang kami buat tidak hanya berhenti di kompetisi, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Selain UNIGORO, beberapa PTS lain di Jawa Timur juga mencatat capaian baik. Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri dan Universitas dr. Soebandi masing-masing meloloskan lima proposal. STIKES Bhakti Al-Qodiri dan Universitas Muhammadiyah Jember meloloskan tiga proposal.
Bersiap Menuju PIMNAS 2026
Tim mahasiswa selanjutnya akan mengikuti Penilaian Kemajuan Pelaksanaan PKM (PKP2) pada September 2026.
Hasil evaluasi tersebut akan menentukan tim yang berhak melaju ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 2026 di Jakarta.
Capaian ini memperlihatkan meningkatnya kultur riset dan inovasi mahasiswa di lingkungan UNIGORO. Mahasiswa mulai aktif mengembangkan penelitian yang berorientasi pada persoalan nyata di masyarakat.
Penulis : Syafik
Sumber : Surat Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Penetapan Pendanaan PKM 2026 Nomor 1792/DST/B2/DT.01.00/2026.






