Bojonegoro, damarinfo.com — Pencairan Dana Desa (DD) Tahap I Tahun 2026 di Kabupaten Bojonegoro belum merata hingga pekan kedua Mei 2026. Kondisi ini membuat sejumlah pemerintah desa kesulitan membiayai pelayanan dasar untuk masyarakat.
Salah satu layanan yang terdampak ialah operasional mobil siaga desa. Selama ini mobil tersebut digunakan warga untuk berobat, kontrol kesehatan, hingga kebutuhan darurat medis.
Kepala Desa Gunakan Dana Pribadi
Ketua Persatuan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (PABDES) Kabupaten Bojonegoro, Samudi mengatakan, biaya operasional mobil siaga bersumber dari Dana Desa. Dana itu mencakup pembelian BBM dan honor sopir.
Karena Dana Desa belum cair, sejumlah kepala desa terpaksa menggunakan uang pribadi agar layanan tetap berjalan.
“Sebagai kades kami tidak tega menghentikan operasional mobil siaga, karena masyarakat sangat membutuhkan. Jadi kami harus nomboki, tapi kemampuan keuangan pribadi juga terbatas,” kata Samudi.
Samudi yang juga Kepala Desa Kepohkidul, Kecamatan Kedungadem, menyebut keterlambatan pencairan Dana Desa juga mengganggu layanan posyandu dan pelayanan desa lainnya.
Ia meminta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bojonegoro segera mempercepat proses pencairan Dana Desa Tahap I 2026.
Menurut dia, jika muncul kendala administrasi, DPMD perlu segera berkoordinasi dengan pihak kecamatan agar desa bisa cepat melakukan perbaikan berkas.
DPMD Sebut Banyak Berkas Salah
Kepala DPMD Kabupaten Bojonegoro, Joko Lukito menjelaskan, proses pencairan saat ini masih berada pada tahap pengecekan dokumen dan input data ke sistem OMSPAN (Online Monitoring Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara).
“Dari pengajuan banyak yang salah, jadi prosesnya lama,” kata Joko Lukito, Sabtu 9-5-2026.
Joko mengaku telah meminta petugas segera mengajukan pencairan ke Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Bojonegoro jika dokumen desa sudah benar, berapapun jumlahnya.
Sebaliknya, petugas langsung mengembalikan berkas yang masih salah kepada pemerintah desa untuk diperbaiki.
Baru 26 Desa Cair
Data pada laman Sistem Informasi Administrasi Pemerintahan Desa milik DPMD Bojonegoro (https://siapdesa.bojonegorokab.go.id/web/dana, per 9 Mei 2026), menunjukkan proses pencairan Dana Desa Tahap I masih berjalan lambat.
Dari ratusan desa yang sudah mengajukan, sebagian besar masih berada pada tahap verifikasi kecamatan, verifikasi DPMD, hingga revisi berkas. Hanya sebagian kecil desa yang tercatat sudah menerima pencairan melalui Rekening Kas Desa (RKD).
Penulis: Syafik






