Seribuan Alumni Hadiri Temu Alumni Lintas Angkatan di Puncak Haul KH. Muhammad Sholeh dan Masyayikh Attanwir

oleh 28 Dilihat
oleh

Bojonegoro, damarinfo.com – Ribuan alumni Pondok Pesantren Attanwir Talun, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro, menghadiri kegiatan Temu Alumni Lintas Angkatan yang dikemas dalam talksow dan ijazah kubro digelar di halaman madrasah setempat, Jumat 29 Mei 2026.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian puncak haul KH. Muhammad Sholeh dan para masyayikh Attanwir.

Acara berlangsung penuh kehangatan dan kekhidmatan dengan mempertemukan alumni dari berbagai generasi. Mereka datang dari berbagai daerah untuk bersilaturahmi sekaligus mengenang masa-masa menimba ilmu di Pondok Pesantren Attanwir.

Ketua Ikatan Alumni Attanwir (IKAMI), H. Amin Mahmud, dalam sambutannya menyampaikan harapan agar seluruh khidmah dan pengabdian alumni selama ini mendapat pengakuan sebagai bagian dari perjuangan santri KH. Muhammad Sholeh dan para masyayikh.

“Semoga khidmah alumni yang telah dilakukan bisa diakui sebagai santri KH. Muhammad Sholeh dan masyayikh,” ujarnya.

Ia juga memberikan motivasi kepada para alumni yang berwirausaha agar terus melakukan inovasi dalam mengembangkan usaha. Menurutnya, sebuah usaha akan kehilangan minat pembeli apabila tidak ada pembaruan.

“Memiliki usaha itu jika tidak dikontrol akan membosankan pembeli. Minimal enam bulan harus dilakukan pembaruan,” kata H. Amin.

Sementara itu, Prof. Umi Hanifah, alumni tahun 1997, turut membagikan kesan selama menempuh pendidikan di Attanwir. Ia mengenang perpaduan kurikulum nasional dan kepesantrenan yang diterapkan di pondok sebagai bekal penting dalam kehidupan.

“Attanwir memiliki kurikulum nasional dan kepesantrenan yang sangat membentuk karakter santri,” ungkapnya.

Ia juga mengenang suasana apel Sabtu pagi yang menurutnya menjadi momen paling menegangkan bagi para santri. Pasalnya, para santri harus datang tepat waktu meski kondisi jalan sering becek saat musim hujan.

“Apel Sabtu pagi menjadi hari yang menakutkan karena takut ketinggalan. Kalau hujan jalan becek, terlambat sedikit bisa dihukum oleh keamanan,” kenangnya disambut tawa para alumni.

Temu alumni lintas angkatan tersebut menjadi momentum mempererat ukhuwah antaralumni sekaligus memperkuat hubungan emosional dengan pondok pesantren dan para masyayikh Attanwir.