Setahun Memimpin, Setyo Wahono–Nurul Azizah Dorong Pembangunan Berkelanjutan di Bojonegoro

oleh 9 Dilihat
oleh
(Ilustrasi)

damarinfo.com – Menjelang satu tahun kepemimpinan Setyo Wahono dan Nurul Azizah, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus memacu percepatan pembangunan lintas sektor. Keduanya menegaskan komitmen untuk membawa Bojonegoro menjadi daerah yang lebih bahagia, makmur, dan membanggakan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui lima fokus utama pembangunan daerah, yakni: penurunan angka kemiskinan, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), penguatan ekonomi dan ketahanan pangan, pengurangan angka pengangguran, serta peningkatan konektivitas wilayah.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bojonegoro, Achmad Gunawan, menegaskan seluruh kebijakan pembangunan berorientasi pada pemenuhan hak dasar masyarakat dan peningkatan daya saing daerah.

“Pembangunan tidak hanya terlihat secara fisik, tetapi harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya, Senin (2/2/2026).

Berikut rangkuman satu tahun kepemimpinan Setyo Wahono–Nurul Azizah (20 Februari 2025–20 Februari 2026) berdasarkan lima fokus pembangunan utama.

1. Penurunan Angka Kemiskinan

Data Badan Pusat Statistik Kabupaten Bojonegoro menunjukkan tren penurunan angka kemiskinan. Pada 2024, persentase kemiskinan berada di angka 11,69 persen atau 147.330 jiwa. Angka tersebut turun pada 2025 menjadi 11,49 persen atau 144.900 jiwa.

Pemkab Bojonegoro menargetkan penurunan lebih lanjut pada 2026 hingga 10,55 persen, atau setara 133.046 jiwa.

Upaya tersebut dilakukan melalui integrasi data yang lebih akurat, termasuk pemutakhiran Data Damisda, serta penguatan program inovatif seperti Gayatri, Beasiswa Makmur Membanggakan, Dahar Dua Kali untuk Lansia Sebatang Kara, KOLEGA, Domba Kesejahteraan, IPAH, hingga Program Benih Gratis.

Selain itu, Pemkab juga memperkuat rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), bantuan sosial tunai, serta pemenuhan akses air bersih dan sanitasi sebagai instrumen peningkatan kualitas hidup warga prasejahtera.

2. Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM)

IPM Bojonegoro menunjukkan tren positif. Berdasarkan data BPS, IPM Bojonegoro pada 2024 berada di angka 72,75, naik menjadi 73,74 pada 2025. Untuk 2026, IPM diproyeksikan mencapai 74,21.

Peningkatan IPM didorong oleh penguatan sektor pendidikan dan kesehatan. Pada 2025, Pemkab Bojonegoro mengalokasikan Rp35,3 miliar untuk beasiswa pendidikan. Anggaran ini meningkat pada 2026 menjadi Rp40,467 miliar.

Dalam RKPD 2026, program beasiswa mencakup Beasiswa Scientist, 10 Sarjana per Desa, Beasiswa Pondok Pesantren, Beasiswa Keluarga Miskin, hingga Beasiswa Tugas Akhir.

Di sektor kesehatan, Pemkab Bojonegoro juga meraih UHC Award Kategori Madya pada 27 Januari 2026 sebagai bentuk komitmen perlindungan kesehatan melalui Program JKN.

3. Penguatan Ekonomi dan Ketahanan Pangan

Sebagai daerah agraris sekaligus penghasil migas, Pemkab Bojonegoro memfokuskan penguatan ekonomi pada modernisasi pertanian dan pemberdayaan UMKM.

Data Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro menunjukkan nilai ekspor Bojonegoro meningkat dari 110,60 juta USD pada 2024 menjadi 116,81 juta USD pada 2025. Jumlah pelaku UMKM juga terus bertambah, mencapai 99.226 pelaku pada 2025.

Dalam sektor ketahanan pangan, Bojonegoro mencatat capaian signifikan. Produksi gabah pada 2025 meningkat 24,7 persen dibanding 2024. Produksi gabah kering giling (GKG) mencapai 886 ribu ton, naik dari 710 ribu ton pada tahun sebelumnya, menjadikan Bojonegoro sebagai kabupaten dengan produksi padi terbesar kedua di Jawa Timur.

4. Pengurangan Angka Pengangguran

Pemkab Bojonegoro terus memperluas peluang kerja melalui investasi dan program pelatihan vokasi yang sesuai kebutuhan industri.

Data Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan menunjukkan 3.030 dari 5.407 peserta pelatihan telah terserap di sektor formal maupun informal. Sementara itu, data BPS Jawa Timur mencatat tingkat pengangguran Bojonegoro turun dari 4,42 persen (2024) menjadi 3,90 persen (2025).

5. Peningkatan Konektivitas Wilayah

Pembangunan infrastruktur tetap menjadi tulang punggung pembangunan daerah. Pada 2025, Pemkab Bojonegoro mengalokasikan Rp651 miliar melalui skema BKKD untuk pembangunan jalan dan jembatan.

Dinas Bina Marga mencatat penuntasan 27 ruas jalan kabupaten dengan konstruksi rigid beton sepanjang 33 kilometer, serta rehabilitasi 56 ruas jalan sepanjang sekitar 83 kilometer. Selain itu, Pemkab telah mengganti, merehabilitasi, dan memelihara 262 titik jembatan di seluruh wilayah Bojonegoro.

Editor : Syafik

Sumber : bojonegorokab.go.id