Warga Karangdinoyo di Gegerkan Dengan Ular Python Sepanjang 3,5 Meter

oleh
oleh
Ular python / sanca kembang sepanjang 3,5 meter di amankan warga bersama petugas terkait, 20-1-2024

Bojonegoro, damarinfo.com – Seekor ular sepanjang 3,5 meter diamankan warga Desa Karangdinoyo Kecamatan Sumberrejo. Ular python atau ular jenis sanca kembang tersebut ditemukan oleh warga saat berada dipekarangan belakang rumah warga sedang memakan kucing salah satu warga Selasa, 20-Februari-2024.

Bhabinkamtibmas Desa Karangdinoyo Aipda Yudi menjelaskan, bahwa kejadian bermula saat salah satu warga melintas di jalan perkampungan hendak pergi ke sawah untuk bekerja. Saat melintas dilokasi, warga melihat adanya ular sedang memakan seekor kucing warga.

“Melihat kejadian tersebut, kemudian menghubungi 2 orang warga lagi untuk menangkan ular tersebut,” jelasnya.

Usai melakukan penangkapan, kemudian ular dengan nama malayopython reticulatus diamankan di salah satu rumah warga dan selanjutnya disampaikan kepada Bhabinkamtibmas dan perangkat desa untuk dilakukan penanganan lebih lanjut. Setelah mendapatkan laporan dari warga, kemudian Bhabinkamtibmas melaporkan kepada Damkar Pos Baureno untuk dilakukan evakuasi dan diamankan agar tidak meresahkan warga.

Baca Juga :   Di Hadapan Puluhan Bhabinkamtibmas, Kapolres AKBP Mario Berpesan 4 Jaga

“Setelah dilakukan evakuasi, kemudian ular diamankan oleh petugas dari Damkar yang kemudian dibawa oleh petugas,” tandasnya.

Baca Juga :   Wadir Binmas Polda Jatim : Bhabinkamtibmas Kebanggaan Pimpinan Polri

Sementara itu, Jarot selaku Danru Damkar dari Pos Baureno mengatakan bahwa setelah mendapatkan laporan dari Aipda Yudi selaku Bhabinkamtibmas Desa Karangdinoyo bersama 2 anggota lainnya segera mendatangi lokasi dan kemudian melakukan evakuasi ular. Setelah melakukan evakuasi, kemudian ular dibawa ke Pos Damkar dan kemudian akan akan dilepaskan kembali ke alam yang letaknya jauhnya dari pemukiman warga.

“Nanti kemudian kita akan lepas lagi di hutan sebagai mana habitat aslinya agar tetap terjaga keseimbangan ekosistem lingkungan”, terang Jarot.

 

Penulis : Rozi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *