UNICEF Apresiasi Program Kesejahteraan Sosial Anak Integratif di Blora

oleh
Kepala Kantor UNICEF wilayah Jateng-Jatim Ari Rukmantara, saat peresmian UPPKSAI Blora oleh Bupati Djoko Nugroho, di Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A), Minggu 23-3-2020. Foto/Ais

Blora. United Nations Children’s Fund (UNICEF), , mengapresiasi adanya Unit Pelaksana Program Kesejahteraan Sosial Anak Integratif (UPPKSAI) di Kabupaten Blora. Salah satu organisasi PBB yang bertugas memberikan bantuan kemanusiaan dan perkembangan kesejahteraan anak-anak dan ibu ini, datang ke Blora khusus menghadiri pembukaan acara ini.

Apresiasi itu disampaikan Kepala Kantor UNICEF wilayah Jateng-Jatim Ari Rukmantara, saat peresmian UPPKSAI Blora oleh Bupati Djoko Nugroho, di Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A), Minggu 23-3-2020. “Apresiasi setinggi-tingginya bagi Kabupaten Blora dan timnya yang telah membentuk UPPKSAI, apresiasi bukan hanya dari UNICEF perwakilan Jawa, dan Indonesia, namun juga Dunia,” ucap Ari Rukmantara.

Menurut Ari, kasus kekerasan terhadap anak jumlahnya banyak, namun jika kasus itu dibiarkan, berapa pun jumlah APBD tidak akan bisa terselesaikan. Yang dilakukan Pemkab Blora ini sangat reformis sekali dan progresif. Yakni mencegah sebelum terjadi kekerasan. Jadi ketika sudah kelihatan pola-polanya, seperti kondisi ekonominya lemah, prestasi akademiknya perlu dibantu, lingkungan sekolahnya kurang kondusif, maka ini sudah termasuk rawan terjadi kekerasan. “Maka sistem yang dibuat dalam UPPKSAI ini memastikan kekerasan ini tidak terjadi. Ini kebijakan publik yang bagus sekali, jadi investasi bukan kurasi,” lanjutnya.

Sama halnya jika selama ini banyak uang dikeluarkan untuk melakukan pengobatan di rumah sakit. Padahal jika kesehatannya dijaga dengan asupan gizi, pola makan dan olahraga yang teratur, tidak butuh uang banyak untuk sehat.

Baca Juga :   Gubernur Jatim Perpanjang Belajar di Rumah Pelajar SMA/SMK hingga 1 Juni 2020

Bupati Djoko Nugroho mengatakan bahwa unit ini berfungsi untuk melayani segala aduan tentang potensi kekerasan terhadap anak. Jika ada masalah bisa langsung datang untuk diberi bantuan gratis. “Tidak hanya Dinas Sosial yang terlibat, namun seluruh dinas terkait akan terhubung disini, bergantung pada masalah apa yang terjadi,” ucapnya. Ditambahkan, adanya UPPKSAI ini diharapkan anak-anak bisa mendapatkan hak-haknya serta mendapatkan perlindungan secara terintegratif, komprehensif dan berkelanjutan.

Baca Juga :   Delapan Desa di Trucuk Siap Pilkades Serentak

Menurut Bupati, anak-anak adalah aset masa depan bangsa, sehingga sudah seharusnya mendapatkan perlindungan dari Pemerintah agar masa depannya cerah. “Jangan sampai anak-anak kita terlalu larut dengan masalah-masalah yang dihadapi, dan menjadi korban kekerasan,” ucapnya.

Kepala Dinsos P3A Blora, Dra. Indah Purwaningsih, M.Si, menerangkan bahwa Blora menjadi Kabupaten pertama di Jawa Tengah yang mendirikan UPPKSAI setelah tahun 2018. Di Jawa Tengah sudah ada Kabupaten Klaten dan Kota Solo yang mendirikan UPPKSAI mulai 2018. Namun kelanjutannya hingga sekarang baru Blora yang menyusul. “Semoga ini bisa berdampak positif untuk pengurangan angka kekerasan terhadap anak-anak,” katanya.

Untuk menjalankan UPPKSAI ini, pihaknya mendapatkan dua tenaga sosial dari Kementerian Sosial (berasal dari Rembang dan Maluku). Keduanya tinggal di Blora untuk fokus pelayanan permasalahan sosial, dibantu staf dari Dinsos P3A Blora.
Penulis :Ais
Editor : Sujatmiko

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *