Ulama Tabiin ini Tak Pernah Absen Sholat Malam.

oleh
oleh
(ilustrasi)

Damarinfo.com – Abu Imran Ibrahim bin Yazid an-Nakha’i (bahasa Arab: أبو عمران إبراهيم بن يزيد النخعي), juga dikenal sebagai Ibrahim an-Nakha’i (bahasa Arab: إبراهيم النخعي, c. 670 M/50 H – 717 M/96 H), adalah seorang tabi’in, teolog, dan ahli hukum. Ia bertemu banyak sahabat Nabi, termasuk Anas bin Malik dan Aisyah binti Abu Bakar.

Beliau adalah tabi’in yang piawai dalam kajian hadits dan dikenal sebagai salah satu tabi’in besar dan banyak menghafal hadits. Menurut ash-Shalah ash-Shafdi, Ibrahim an-Nakha’i adalah ahli fiqih iraq dan imam mujtahid yang sangat luar biasa. dan dikenal sebagai salah satu tabi’in yang digambarkan sebagai ulama sepandai gurunya yaitu Ibnu Mas’ud. Kontribusinya dalam periwayatan hadits cukup banyak, melebihi ulama tabi’in lainnya semisal al-Qamah, al-Aswad, Masruq, dan yang lainnya. Kecerdasannya begitu mumpuni, dan budi pekertinya sangat santun.

Baca Juga :   Mujahid bin Jabir, Golongan Tabi’in yang Tafsirnya Langgeng Hingga Sekarang.

Ulama yang berasal dari Kufah ini bertemu dengan sejumlah sahabat Rasulullah Saw semisal Abu Sa’id al-Khudri dan Ummul Mukminin Aisyah r.a. Bahkan dalam sebuah riwayat, Ibrahim menjadi referensi kajian hadits di kalangan tabi’in. Ismail bin Abi Khalid berkata, “Suatu ketika asy-Sya’bi, Ibrahim an-Nakha’i, dan Abu adh-Dhuha berkumpul di sebuah masjid untuk mengkaji hadits. Jika mereka mendapatkan hal-hal yang tidak diketahui, maka mereka mengarahkan pandangan ke Ibrahim an-Nakha’i.”

Tidak hanya menguasai kajian hadits dan persoalan intelektual, Ibrahim juga rajin beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah swt. Beliau dikenal rajin berpuasa Nabi Daud a.s. Jika tengah malam kebanyakan manusia terlelap dalam mimpi, Ibrahim justru khusyuk melaksanakan shalat malam (qiyamullail). Diceritakan, tiap hendak shalat malam di masjid, Ibrahim selalu mengenakan pakain yang terbaik dan memakai wewangian. Begitu asyiknya qiyamullail, Ibrahim tidak pernah meninggalkan masjid kecuali jika fajar menjelang.

Baca Juga :   Hasan Al- Basri Ulama Tabi’in Lahir dari Seorang Budak

Ibrahim an-Nakha’i wafat pada tahun 96 Hijriah di kota Kufah, dan makamnya menjadi salah satu tempat ziarah bagi umat Islam yang mengunjungi kota tersebut. Sejarah mencatat bahwa Ibrahim an-Nakha’i adalah sosok yang rendah hati dan dermawan, serta sangat tekun dalam menuntut ilmu agama. Ia dianggap sebagai salah satu ulama terkemuka pada zamannya dan warisan keilmuannya masih terus dipelajari hingga saat ini

Editor: Syafik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *