Ulama Tabiin dari Yaman. Siapa Dia?

oleh -
oleh
(Ilustrasi)

Damarinfo.com -Beliau adalah Abu Abdurrahman Thawus bin Kaisan al-Yamani al-Himyari maula Bakhir bin Kuraisan al-Himyari, termasuk anak keturunan bangsa Persia, sedang ayah beliau dari Qasith.

Beliau termasuk kibar at-tabi’in (tabi’in senior), sangat dikenal dalam memberi wasiat dan nasihat, dan tidak gentar dalam meluruskan setiap kesalahan. Sebab itu, beliau banyak disegani oleh setiap kaum muslimin sampai pun oleh para raja dan khalifah kaum muslimin.

Ada yang berkata bahwa nama asli beliau adalah Dzakwan, sedangkan Thawus adalah nama julukan. Diriwayatkan dari Yahya bin Ma’in ia berkata, “Beliau dijuluki Thawus (burung merak) karena beliau banyak menimba ilmu (berkeliling) kepada para qurra (ahli qiraah).”

Beliau lahir di zaman para sahabat, sehingga beliau banyak berjumpa dan menimba ilmu dari para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, di antaranya adalah Jabir bin Abdillah, Abdullah bin Abbas, Mu’adz bin Jabal, Abdullah bin Umar, Abu Hurairah radhiallahu ‘anhum, dan para sahabat senior lainnya. Bahkan beliau juga menimba ilmu kepada Ummul Mukminin Aisyah radhiallahu ‘anha.

Baca Juga :   Bagaimana Umat Islam Bisa Menang dalam Perang Badar? Padahal Jumlah Pasukannya Sedikit

Demikian banyak ilmu dan pemahaman yang beliau dapatkan dari para pendahulunya itu, beliau ajarkan kepada orang-orang yang setelahnya, karena merekalah para penerus dakwah. Sebut saja di antara murid-murid beliau yang ternama seperti Wahb bin Munabbih, Atha bin Abi Rabah, Amr bin Dinar, Mujahid, Laits bin Abi Salim –rahimahumullah-, dan yang lainnya.

Baca Juga :   Qatadah bin Di'amah Mufassir Tuna Netra dari Golongan Tabi’in

Adz-Dzahabi berkata, “Aku berpendapat bahwa beliau dilahirkan pada masa khilafah Utsman radhiallahu ‘anhu atau sebelum itu.”

Diriwayatkan dari Abdul Malik bin Maisarah dari Thawus ia mengatakan, “Sungguh aku bertemu dengan 50 orang sahabat-sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.”

Thawus bin Kaisan wafat pada tahun 106 hijriyah di Mekkah.

Editor: Syafik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *