Tugas Damkar dan BPBD, Tangani Kebakaran hingga Tolong Kucing Tersesat

oleh
Tim Damkar Bojonegoro membantu pemadaman kebakaran hutan di kawasan Dander, Bojonegoro, pertengahan tahun 2019 lalu.Foto/dok.Damkar Bojonegoro

Bojonegoro-Kasus kebakaran di Kabupaten Bojonegoro mengalami lonjakan, terutama dalam dua bulan terakhir ini. Suhu udara meningkat dan kemarau panjang menjadi salah satu penyebab meningkatnya kasus kebakaran di Bojonegoro.

Data di Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Bojonegoro menyebutkan, jumlah kasus kebakaran tahun 2018 dari Januari-Desember sebanyak 170 kejadian. Sementara kasus kebakaran tahun 2019 dari Januari hingga Desember mencapai 222 kejadian atau mengalami lonjakan di atas 30 persen. Sedangkan kerugian materiil yang ditimbulkan akibat kebakaran tahun 2018 sebesar Rp 5.631.150.000 dan tahun 2019 mencapai Rp 5.148. 400.000.

Dengan paparan angka itu, jumlah kebakaran meningkat. Namun dari segi kerugian, jumlahnya lebih besar kasus tahun 2018 dibanding kejadian tahun 2019. Tingginya kerugian akibat kebakaran karena terjadi di permukiman penduduk dimana tahun 2018 mencapai Rp 4.067.750.000 dengan 53 kasus. Sedangkan tahun 2019 jumlah kerugiannya sebesar Rp 3.989.500.00 sebanyak 69 kasus. Dari segi jumlah kejadian terlihat tahun 2019 lebih besar, meski dari sehi kerugian lebih kecil.

Menurut Kepala Bidang Penindakan Damkar Bojonegoro, Sukirno, angka peningkatan kasus kebakaran terlihat pada dua bulan terakhir. Misalnya untuk bulan September tahun 2018 jumlah kebakaran sebanyak 36 kasus dan pada bulan sama tahun 2019 naik menjadi 46 kasus. Sedangkan bulan Oktober 2018 sebanyak 34 kasus dan pertengahan bulan Oktober tahun 2019 naik menjadi 47 kasus.”Tiap hari terjadi lebih dari satu kali kasus kebakaran di Bojonegoro,” tegasnya pada damarinfo.com Rabu 23-10-2019.

Baca Juga :   Paparan Bupati Anna dan Pembangunan Bojonegoro

 

data kebakaran tahun 2018-2019

Anisipasi kebakaran melonjak, pihak Damkar Bojonegoro berharap masyarakat memperhatikan hal-hal kecil. Seperti jangan buang puntung rokok sembarangan, hati-hati jika membakar sampah, terutama kemarau dan suhu udara panas tinggi. Makanya cepat lapor ke Damkar jika terjadi kebakaran,” tandasnya.

Sementara itu kasus kebakaran terakhir menimpa kandang ayam di Dusun Dalem Desa Kauman Kecamatan Baureno, Selasa 22-10-2019. Kandang ayam milik Yani, 38 ini, terbakar akibat tersulut putung rokok yang dibuang sembarangan. Tim Damkar Bojonegoro berhasil memadamkan api dari Pos Damkar Baureno.data kebakaran 2018-2019-1 data kebakaran 2018-2019-1 data kebakaran 2018-2019-1

Baca Juga :   Panen, Bojonegoro Kirim Beras ke Papua dan Palu

Di luar itu, pihak Damkar Bojonegoro juga punya tugas tambahan. Yaitu penyelamatan dan bantuan atas kejadian bencana alam. Seperti, menolong orang tenggelam, efakuasi pohon tumbang, mobil terguling. Hal-hal yang lebih kecil, tetapi juga menyita perhatian adalah, penanganan ular di dalam rumah, sarang tawon di permukiman hingga penyelamatan kucing tersesat di lokasi sulit.”Itu tugas tambahan,” tandas Sukirno.

Sementara itu, terkait dengan bencana alam, seperti banjir, tanah longsor, dan juga angin putting beliung, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro juga standby. Upaya ini dilakukan jika ada segala setuatu kejadian, tim bisa turun ke lapangan.”Kita memang standby full,” ujar Sekretaris BPBD Bojonegoro Nadif Ulfia, pada damarinfo.com, kemarin. Dia berharap, informasi dari warga juga membantu pekerjaan BPBD.”Laporan dari warga, tentu sangat kita tunggu,” imbuhnya.

Penulis :Tim
Editor : Sujatmiko

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *