Tim Masih Lakukan Pendataan Lapangan, Tahapan Pembebasan Lahan Tol Ngaroban dan Demak-Tuban Masuk Tahap Berikutnya

oleh
Rencana rute tol Ngaroban (Ngawi-Bojonegoro-Tuban)

 

Tuban, damarinfo.com-Tim konsultan perencana dan konsultan feasibility study (studi kelayakan) hingga kini masih melakukan pendataan di lapangan.

Masyarakat di desa-desa yang akan dilewati proyek tol Ngawi-Bojonegoro-Tuban (Ngaroban) dan tol Demak-Tuban diminta bersabar.

‘’Update pembebasan lahannya kapan, nunggu tahapan selanjutnya,’’ ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan Kabupaten Tuban Bambang Irawan dikutip dari laman Pemkab Tuban yang dilihat pada Minggu 15 Mei 2022.

Ditemui wartawan di ruang kerjanya pekan lalu, Bambang Irawan mengemukakan, setelah konsultasi publik rencana pembangunan tol Ngaroban dan tol Demak-Tuban pada pertengehan Februari 2022, pihak konsultan perencana dan konsultan feasibility study (studi kelayakan) melakukan pendataan di lapangan dan hingga saat ini masih belum selesai.

‘’Termasuk kelayakan lingkungan, studi amdalnya nanti seperti apa, itu belum ada dan akan disosialisasikan tahap berikutnya,’’ tandasnya.

Menurut Bambang Irawan, sejumlah masalah yang muncul sudah ditindaklanjuti untuk dilaporkan kepada Kementerian PUPR. Salah satu masalah tersebut adalah data dari konsultan yang rute tol melewati masjid salah satu masjid di Kecamatan Semanding, Tuban. ‘’Nanti pada sidang amdalnya juga akan kami sampaikan jika bermasalah di lapangan, masyarakat nanti juga akan jadi pesertanya,’’ ujarnya.

Baca Juga :   Exit Tol Dibuka, Akses Bojonegoro Selatan Bakal Ramai

Bambang juga juga mengaku telah mengomunikasikan kepada konsultan terkait rencana exit tol dan rest areanya di Kabupaten Tuban yang diusulkan berubah. ‘’Exit tol yang rencana di Kecamatan Kerek digeser, kalau bisa yang mendekati kawasan industri di Tuban. Sehingga wilayah kota tidak ribet. Rencananya, ada dua exit tol yang di Kabupaten Tuban,” katanya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan Kabupaten Tuban Bambang Irawan pun berpesan kepada masyarakat, khususnya yang akan dilewati rencana proyek tol untuk tidak panik. Sebab, saat ini masih studi lapangan, belum pembebasan lahan, dan dimungkinkan bisa berubah kalau dianggap sangat rawan dan berisiko akan digeser. Dia menegaskan, tahapan-tahapan proses rencana pembangunan tol tidak mengalami perubahan. “Tetap sesuai rencana awal, belum ada pemberitahuan lagi,” tegasnya.

Baca Juga :   Berikut Desa-Desa di Bojonegoro yang Bakal di Lalui Jalan Tol

Sekadar diketahui, 35 desa dari lima kecamatan terdampak rencana pembangunan ruas tol Demak-Tuban masing-masing Desa Jatisari, Karangrejo, Kayen, Latsari, Ngujuran, Siding, Sukoharjo, Tenggerkulon dan Tlogoagung di Kecamatan Bancar; Desa Gaji, Gemulung, Jarorejo, Kasiman, Kedungrejo, Margomulyo, Padasan, Temayang dan Wolutengah di Kecamatan Kerek; Desa Kapu, Pongpongan, Tahulu, Tegalrejo, Temandang, Tuwiri Kulon dan Tuwiri Wetan di Kecamatan Merakurak; Desa Bektiharjo, Boto, Genaharjo, Penambangan, Prunggahan Kulon dan Sambongrejo di Kecamatan Semanding; Desa Belikanget, Cokrowati, Mander dan Plajan di Kecamatan Tambakboyo.

Kemudian untuk trase jalan Tol Ngawi-Bojonegoro-Tuban meliputi enam desa dari satu kecamatan, yakni Desa Bandungrejo, Jatimulyo, Magersari, Plandirejo, Plumpang dan Sambungrejo di Kecamatan Plumpang.

 

Disclaimer : Artikel ini sebelumnya telah tayang di laman Pemkab Tuban dengan judul ”Proyek Tol Demak-Tuban, Bambang : Jika Dianggap Rawan akan Digeser

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *