Tiga Makam Tua Jadi Magnet Desa Prunggahan Wetan

oleh
Lokasi lahan mbah santri untuk kantor MWC NU dan lembaga pend. Islam .FotoTotok Martono

Tuban-Desa Prunggahan Wetan, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban saat ini diproyeksikan menjadi destinasi wisata religi. Keberadaan tiga makam tua yang cukup legendaris di desa itu mampu menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung.

“Pemdes Prunggahan Wetan saat ini serius menggarap paket wisata religi, selain bisa menjadi aset desa juga melestarikan makam yang menjadi cikal bakal berdirinya Kabupaten Tuban,” kata Kades Prunggahan Wetan Hari Winarko, kepada damarinfo.com, (Minggu 12-7-2020).

Di antara makam tua yang sudah cukup populer yaitu Makam Raden Arya (R.A) Dandang Wacana yang merupakan Bupati Tuban I (pertama) di Kabupaten Tuban. Dandang Wacana merupakan ayah dari Ronggolawe, sosok fenomental yang cukup meleganda dalam sejarah kerajaan majapahit. Selain itu juga terdapat Makam Patih Barat Ketigo memiliki hubungan erat dalam kisah spiritual Sunan Bejagung dan Makam Nyi Ageng Ngeso putri dari Dandang Wacana. Makam sepuh lainnya adalah Makam Mbah Santri salah satu Waliullah.

Dari makam sepuh tersebut keberadaan Makam Dandang Wacana yang cukup populer. setiap tahunnya saat peringatan Hari Jadi Kota Tuban makam R.A Dandang Wacana ini selalu dijiarahi Bupati Tuban. Kompleks Makam Dandang Wacana yang berada ditepi jalan desa dibangun megah dengan pagar tinggi dan gapura artistik oleh Pemkab Tuban pada tahun 2013.

Baca Juga :   Cukai Naik, Rokok Harga Rp 15 Ribuan Jadi Pilihan

Untuk lebih menarik kunjungan peziarah, saat ini Pemdes Prunggahan Wetan Tengah membangun lokasi makam Patih Barat Ketigo dengan berbagai sarana dan prasarana pendukung fasilitas wisata.

Sedang untuk lebih mengangkat makam Mbah Santri yang letak geografisnya dikelilingi oleh sungai Kades Hari akan memanfaatkan lahan disekitar makam tersebut untuk pendirian Kantor MWC NU Semanding dan lembaga pendidikan Islam.

“Tanah di area Makam Mbah Santri merupakan tanah terlantar. Luasnya sekitar 2550 meter persegi. Sayang jika dibiarkan mangkrak akan terkikis air sungai. Maka Pemdes berinisiatif memanfaatkannya untuk bangunan kantor MWC NU dan lembaga pendidikan Islam,” papar kades dua periode ini.

Baca Juga :   Relawan Desa di Bojonegoro Siap Lawan Covid-19

Untuk memujudkan harapan tersebut Hari telah ‘melobi’ Bupati Tuban Fathul Huda dan mendapat dukungan positif. “Pak Bupati telah mensetujui. Untuk langkah awalnya disekitar lokasi akan dibangun plengsengan pada sekitar bulan Agustus,” terang bapak dua putra ini.

Menurutnya, pembangunan plengsengan sudah dianggarkan Pemkab Tuban melalui PAK PAPBD. Team dari kantor PUPR dan PRKP sudah melakukan pengecekan lokasi dan membuat RAB nya.

Tentang lembaga pendidikan Islam apa yang nanti hendak di bangun di lokasi tersebut mengatakan sesuai dengan permintaan Pemdes bisanya dibangun sekolah RA dan MI sekaligus TPQ. “Yang jelas pembangunan di lokasi lahan Makam Mbah Santri bisa mendukung program Pemdes membangun wisata religi,” tandas kades muda ini.
Penulis :Totok Martono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *