Tetaplah Menjadi Aqua, yang Sederhana dan Bermanfaat

oleh
Aqua Dwipayana, ahli komunikasi dan pakar motivator.Foto/dok.TuguMalang.Id

Pengantar : salah seorang wartawan  di Bojonegoro, Jatim, Sujatmiko, tergelitik untuk ikut berkomentar setelah mengamati kiprah saya selama ini dan membaca berbagai tulisan tentang berbagai aktivitas yang saya lakukan. Di bawah ini adalah catatannya yang disampaikan dengan gaya bertutur.

Aqua Dwipayana, yang kukenal 32 tahun silam, saat kuliah di Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Muhammadiyah Malang 1988 lalu. Lama nggak ketemu, 8-9 tahun silam, saya kaget, Aqua muncul di sejumlah acara, sebagai nara sumber. Tepatnya sebagai pakar Komunikasi dan motivator.

Padahal ketika masih kuliah, Aqua tidak menunjukkan tanda-tanda akan menjadi motivator. Saya ingat, saat masih mahasiswa di Malang, Si Aqua rajin mengikuti berbagai kegiatan.

Kondisi ekonomi orangtuanya yang minim membuat Aqua harus bekerja sebagai wartawan untuk menghidupi dirinya dan membayar kuliah. Juga membantu biaya kuliah kakaknya di Yogyakarta. Untuk mencari pengalaman, dia pindah-pindah kerja meski sebagian besar di lingkungan media massa.

Awalnya Aqua jadi jurnalis di harian Suara Indonesia yang kantor pusatnya di Surabaya. Kemudian pindah ke harian Jawa Pos, mingguan Surabaya Minggu, Radio TT 77 Malang, dan harian Bisnis Indonesia Biro Jawa Timur.

Setelah lulus pada 1992, kami jarang bertemu. Tentu sibuk dengan kegiatan masing-masing. Tetapi, ketika itu saya sempat dengar, Aqua kerja menjadi Humas di Semen Cibinong (Sekarang Solusi Bangun Indonesia-pen), perusahaan semen di Bogor, Jawa Barat, menjelang tahun 2000-an. Tetapi belakangan ini, dia serius menggeluti profesinya sebagai seorang motivator.

Suatu hari, saya dapat telepon yang nomornya nggak saya kenal. Eh, ternyata Si Aqua yang telepon. Katanya, nomor saya didapat dari seorang teman jurnalis di Surabaya. Ketemu teman lama. Singkatnya, dia akan datang ke Bojonegoro, pada pertengahan tahun 2011 silam.

Rendah Hati, Mudah Bergaul, dan Selalu Ingin Menambah Wawasan Keilmuannya
Lama nggak ketemu. Namun, Alhamdulillah, ALLAH SWT berkehendak lain dan mempertemukan kami dalam sebuah acara. Aqua memenuhi undangan Kepala Kepolisian Resort (Polres) Bojonegoro, ketika itu–dijabat AKBP Widodo– pertengahan tahun 2011 silam.

Waktu itu dia diminta memberikan sharing Komunikasi dan Motivasi kepada para anggota Polres Bojonegoro dan istri-istrinya yang tergabung dalam Bhayangkari.

Usai acara itu, Aqua menyempatkan mampir ke rumah saya di Kelurahan Klangon, Kota Bojonegoro. Kami ngobrol ke sana-ke mari, cukup lama. Si Raafid, anakku, saat itu masih Sekolah Dasar ikut menemani.

Setelah pertemuan itu, saya jadi sering berkomunikasi dengan Aqua. Terakhir misalnya, dia diundang Bupati Bojonegoro, Suyoto, ketika itu, (lupa bulannya) pada 2016 silam.

Dalam pertemuan itu, Aqua membagikan bukunya yang super best seller berjudul The Power Of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi. Saya ikut diundang (dalam kapasitas jurnalis dan pertemanan). Kami sarapan pagi bertiga di Pendopo Rumah Dinas Bupati Bojonegoro, ketika itu.

Baca Juga :   Bupati Bojonegoro Beri Wawasan Pemuda soal Demokrasi dan HAM

Yang saya catat, Si Aqua ini, terlihat warna aslinya. Rendah hati, mudah bergaul, dan nampak selalu ingin menambah wawasan keilmuannya. “Saya ingin belajar ke Pak Yoto (Panggilan Suyoto),” ujar Aqua, sebagaimana yang saya ingat ketika itu.

Selebihnya komunikasi terus berjalan. Apalagi, dalam tahun-tahun berikutnya, kami dari teman-teman kuliah di Malang, untuk pertama kalinya menggelar reuni, dalam sebuah acara di kampus, kawasan Tegal Gondo, Dau, Malang.

Tak banyak, teman kami satu angkatan, jumlahnya ngga lebih dari 15 orang. Tentu saja satu sama lain, bisa lebih kenal secara akrab. Grup Ikom UMM 88, di whatsapp, kian mempererat jaringan pertemanan kami.

Jam Terbangnya Tinggi Sekali, Penting Beri Kabar yang Dilakukan
Kira-kira empat tahun terakhir ini, saya melihat aktivitas seorang Aqua, kian padat dan meningkat. Jam terbangnya tinggi sekali. Paling tidak dalam satu pekan ada dua-tiga undangan dari pelbagai tempat.

Jadwalnya dalam sehari bisa di beberapa tempat bahkan negara. Pagi di Bali, siang di Yogyakarta, sore di Jakarta, dan malamnya sudah di Singapura. Itu salah satu contohnya.

Diijelajahinya, daerah-daerah di Tanah Air ini. Pun juga undangan dari luar negeri. Sudah mencapai puluhan negara didatanginya untuk sharing Komunikasi dan Motivasi.

Kabar itu, tentu saja mudah saya peroleh. Karena Si Aqua ini, memang produktif dan hampir tak lupa nge-share setiap kegiatan dan undangan di Grup Ikom UMM 88. Jadi saya fikir, penting juga memberi kabar tentang apa yang kita lakukan dan kerjakan.

Tentu saja saya nggak hafal sudah berapa kabupaten/kota dan provinsi yang disinggahinya. Pun juga instansi/lembaga yang membutuhkan tenaga dan pikirannya.

Nggak main-main, yang mengundang ini, masuk kategori eselon I atau juga II. Eselon tinggi. Ada pejabat BUMN, perguruan tinggi, atau di TNI/Polri memegang jabatan penting. Bintang di pundak kira-kira begitu lah. Juga para pengusaha, pemilik perusahaan yang karyawannya ribuan orang.

Energinya Luar Biasa, Mengalir ke Mana-Mana Seperti Air
Saya nggak tahu, energinya luar biasa. Mengalir ke mana-mana seperti air. Mungkin dia ini punya cadangan energi ganda.

Seperti tidak pernah capek, mutar keliling memberikan motivasi, juga pemahaman apa itu Ilmu Komunikasi—yang setahu saya, jenjang pendidikan diteruskan sampai di Strata-2 dan Strata-3 (doktor) ditempuh di Universitas Padjadjaran Bandung.

Dari segi keilmuan (teori) tentu tinggi. Tetapi, mungkin yang paling penting, teori yang didapat diaplikasikan dengan belajar di lapangan.

Belakangan putra bungsunya yang biasa dipanggil Ero mengikuti jejaknya mendalami Ilmu Komunikasi di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran Bandung. Ero juga mulai aktif sebagai motivator seperti Bapaknya.

Baca Juga :   Paparan Bupati Anna dan Pembangunan Bojonegoro

Dalam beberapa kali catatan, Si Aqua ini, selalu menghormati teman termasuk kawan-kawan lamanya, juga para guru. Dan tentu saja orang-orang yang pernah berjasa menolongnya.

Mereka tidak hanya didatangi. Ada yang mendapat rejeki dengan diajak umroh bersama rombongan umroh The Power of Silaturahim (POS) yang dipimpin Mas Nurcholis MA Basyari.

Sejak 2017 sampai tahun lalu, dari hasil penjualan bukunya yang super best seller berjudul The Power Of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi dan honornya sebagai pembicara profesional serta bantuan dari teman-teman akrabnya, Aqua telah membiayai umroh sebanyak 124 orang. Tahun ini rencananya sekitar 41 orang lagi. Sebagian orang yang diberangkatkan ke Tanah Suci sebelumnya tidak dikenal Aqua.

Teman kami kuliah yang beruntung diberangkatkan umroh adalah Nurul Lutfi, Badaruddin, Bambang Cahyono, dan Gatot Subrata. Mereka yang tergabung dalam POS I, II, dan III itu saat kuliah banyak membantu Aqua.

Dia kerap menyebut beberapa kali teman sekitarnya yang sukses untuk dijadikan contoh positif. Juga sering bercerita soal latar belakang, apa itu kisah sukses yang harus dilalui dengan kerja keras.

Dan kesuksesan seseorang itu jadi salah satu bahan materi dirinya sebagai seorang motivator. Saya ingat, kalau nggak salah saat memberi materi di depan para anggota TNI AD di Markas Kodim 0813 Bojonegoro, beberapa tahun silam.

Ada juga pengalaman menarik, ketika menemani jalan-jalan Aqua di Kota Bojonegoro. Dia meminta diantarkan ke orangtua sahabatnya—seorang pejabat di BUMN di Jawa Timur, yang rumahnya berada di Jalan Karel Satsuit Tubun, Kota Bojonegoro—nomor rumahnya berapa saya lupa. Begitu ketemu rumahnya, Aqua kemudian menemui seorang laki-laki renta—yang ternyata Bapak dari sahabatnya itu.

Difotonya Bapak itu, dan kemudian foto bersama-sama. Mungkin terlihat sederhana. Tetapi, mengunjungi rumah dan juga mendokumentasikan seseorang—apalagi yang berhubungan dengan pertalian saudara—tentu sangat penting. “Inilah bentuk silaturrahim kami,” ujar Aqua, mengingatkan, ketika itu.

Kini Aqua Dwipayana, telah meraih kesuksesannya. Itu menjadi hal yang sangat pantas. Seorang pekerja keras, yang tekun dan berdedikasi tinggi atas profesinya. Seorang yang bisa dikatakan ‘tawadhu’ dan natural. Tentu dengan segala sifat dan kelemahannya sebagai manusia biasa.

Saya, berharap, Aqua terus dan tetaplah menjadi seorang yang seperti ini. Punya jiwa sosial yang tinggi, sederhana, dan tentu menghormati sesama dengan cara yang berbeda.

Ok, terima kasih Aqua, dengan jalinan pertemanan kita selama ini. Saya banyak belajar pada Aqua. Meski sudah puluhan tahun, masih seperti Aqua yang saya kenal 32 tahun lalu. Tambah sukses, namun makin rendah hati. Alhamdulillah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *