Tak Berkabar 13 Tahun, Keluarga Anggap Sudah Meninggal

oleh
Sri Naning Wahyu Kurniawati, TKW dari Blora.Foto/Ais

Kebahagiaan terpancar dari raut wajah Sulimin, 52, tahun. Bagaimana tidak, selama 13 tahun dia tidak lagi mendapatkan kabar putrinya, Sri Naning Wahyu Kurniawati,36, tahun yang bekerja sebagai tenaga kerja wanita (TKW) di Arab Saudi.

Meski sempat berupaya mencari kabar keberadaan putrinya, termasuk mendatangani paranormal untuk mendapatkan isyarat, namun hasilnya nihil. Pihak keluarga pun menyangka Sri Naning telah meninggal dunia dan bahkan sempat pula digelar doa bersama. ‘’Saya sangat bersyukur, terharu dan senang bisa bertemu kembali dengan anak perempuan saya setelah 13 tahun tidak ada kabar,’’ ujar Sulimin, Kamis 16-1-2020.

Sulimin bersama sang anak, Sri Naning Wahyu Kurniawati, tiba di Blora, Kamis (16/1) setelah dari Jakarta. Dengan didampingi Kepala Desa Plosorejo, Kecamatan Banjarejo, Muslih, mereka singgah sejenak di kantor Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Diperinnaker) Blora sebelum menuju rumahnya di Desa Plosorejo. Mereka secara khusus mengucapkan terima kasih kepada Diperinnaker yang membantu kepulangan Sri Naning.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinperinaker Blora Purwadi Setiono melalui Kepala Bidang Penempatan, Pelatihan Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Penta Trans) Dinperinnaker Sugeng Saptono mengemukakan, pihaknya menerima kabar dari Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Jakarta yang diteruskan ke Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Semarang, Selasa (14/1).

Baca Juga :   Bupati Bojonegoro ke Kontraktor: Tak Punya Modal Jangan Ikut Tender

Kabar tersebut tentang adanya TKW dari Blora yang akan dipulangkan ke tanah air Indonesia. ‘’Begitu mendapatkan kabar itu, kami langsung mencari tahu kebenaranya dengan mendatangi orang tua Sri Naning di RT 05/02 di Desa Plosorejo. Kami tanyakan, kemudian diberitahu fotonya. Dan dibenarkan bahwa itu adalah Sri Naning, anak ke dua dari Sulimin dan Suparmi,’’ tandas Sugeng Saptono.

Baca Juga :   Sudah Tujuh Warga Berstatus PDP di Bojonegoro Meninggal

Mendapatkan kabar putrinya akan pulang ke Indonesia, Sulimin dan Suparti spontan menjerit histeris. Derai air matanya tak tertahan. Berulang kali kalimat syukur diucapkan kepada Tuhan. Apalagi mereka sudah tidak lagi bertemu Sri Naning sejak 2006. Selanjutnya, pada Rabu (15/1), Kepala Desa Plosorejo Muslih bersama Sulimin dan adik kandung Sri Naning berangkat ke Jakarta untuk menjemput kedatangan Sri Naning di Bandara Soekarno Hatta.

Mereka tiba kembali di Blora, Kamis (16/1) dengan membawa Sri Naning dan singgah di Kantor Diperinnaker Blora untuk menyampaikan ucapan terimakasih telah membantu memberikan informasi. ‘’Mewakili keluarga, kami sampaikan terimakasih kepadaDinperinaker Blora yang telah membantu, sehingga warga kami yang tidak ada kabarnya bertahun-tahun bisa pulang ke Blora dengan selamat,’’ kata Kades Plosorejo Muslih.
Penulis : Ais
Editor : Sujatmiko

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *