Tahun Ajaran Baru, Blora Terapkan Tatap Muka Terbatas

oleh
SMAN 1Randublatung, Kabupaten Blora, dimana saat MPLS menerapkan sistem luring atau tatap muka terbatas bagi siswa-siswi baru.Foto/Ais

Blora- Pemerintah Kabupaten Blora menerapkan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) untuk SMA/sederajat dengan model tatap muka (luring) terbatas. Upaya ini dilakukan untuk antisipasi atas penyebaran virus corona (Covid-19).

Program luring ini, maksudnya dalam satu hari MPLS hanya terdiri dari dua kelas yang dibagi dalam shift pagi dan siang. Salah satu contoh yang menerapkan yaitu di SMAN 1 Randublatung untuk satu hari MPLS hanya terdiri dua shift pagi dan siang. Masing-masing shift hanya satu kelas 36 orang siswa. “Maka dalam satu hari pelaksanaan MPLS itu hanya terdiri dari dua kelas,’’ ujar Kepala SMAN 1 Randublatung Blora Sudarmanto, Minggu 12-7-2020.

Sudarmanto menegaskan, tatap muka dalam MPLS itupun dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat untuk pencegahan penularan Covid-19. Para siswa wajib menggunakan masker. Jarak antarsiswa di aula diatur sedemikian rupa. Disediakan pula fasilitas cuci tangan pakai sabun. Juga faceshield dan masker untuk mengantisipasi barangkali ada siswa yang lupa memakai masker saat ke sekolah.

Tahun ini SMAN Randublatung menerima sebanyak 322 orang siswa yang dibagi dalam sembilan kelas X. MPLS di sekolah itu akan berlangsung Senin (13/7) hingga Jumat (17/7) dengan jadwal masing-masing kelas hanya satu shift pagi atau siang dalam satu hari. Untuk proses belajar mengajar siswa lainya yakni kelas XI dan XII, menurut Sudarmanto, tetap menggunakan sistem daring (online). ‘’Sistem daring untuk kelas XI dan XII mulai dilaksanakan Senin (13/7),’’ tandasnya.

Baca Juga :   Bupati Pastikan Citilink Buka Rute Penerbangan di Bandara Ngloram

Wahono, pengurus komite sekolah SMAN 1 Blora menyatakan, pihaknya akan turun langsung memantau pelaksanaan MPLS di sekolahnya. Sama seperti SMA lainnya, MPLS di SMAN 1 Blora juga dengan tatap muka terbatas dan dibagi dalam dua shift pagi serta siang. ‘’Nantinya ada yang di dalam aula kelas (indoor) dan satunya lagi outdoor,’’ ungkapnya.

Tak hanya menerapkan protokol kesehatan secara ketat, menurut Wahono, masa MPLS juga harus digunakan oleh pihak sekolah untuk memberikan sosialisasi ke siswa baru pencegahan penyebaran Covid-19. ‘’Selain materi pengenalan lingkungan sekolah dan sistem pembelajaranya bagaimana di masa pandemi Covid-19, hendaknya juga diberikan sosialisasi pencegahan Covid-19 kepada siswa baru,’’ ucapnya.

Kepala Dinas Pendidikan Blora Hendi Purnomo membenarkan tahun pelajaran baru 2020/2021 akan dimulai Senin 13-7-2020. Menurutnya, berbagai persiapan telah dilakukan masing-masing sekolah untuk sosialisasi ke siswa dan para orang tuanya. Dikatakan, Blora merupakan salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang jumlah kasus Covid-19 relatif rendah. Sehingga diperkenankan pembelajaran tatap muka. ‘’Namun dalam praktiknya nanti tetap harus waspada untuk mengantisipasi Covid-19. Untuk teknisnya seperti apa, diserahkan ke masing-masing sekolah,’’ ujarnya.

Baca Juga :   Pesepakbola Blora Dipanggil Timnas Senior

Hendi Purnomo mengungkapkan, pihaknya telah menemui Bupati Djoko Nugroho, Kamis (9/7). Pertemuan itu antara lain diikuti pula kepala cabang dinas pendidikan Provinsi Jateng wilayah Pati, PGRI, dewan pendidikan, kementerian agama (kemenag), kepala sekolah, dan perwakilan komite sekolah. Dalam pertemuan itu, kata dia, bupati memberikan izin tatap muka dalam MPLS dengan penerapan protokol kesehatan.

Kepala SMPN 2 Blora Suyitno menyatakan, pihaknya akan membekali para guru di sekolahnya menjelang tahun pelajaran baru 2020-2021, Senin 13-7-2020. Adapun MPLS di sekolah akan digelar Rabu hingga Sabtu dengan sistem daring. “Untuk sistem luring atau tatap muka, kami merencanakan diadakan pada 23 Juli,’’ ungkapnya.
Penulis : Ais

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *