Tahun 2022 di Bojonegoro Masih Ada Anak yang Tidak Sekolah SMP.  Berikut 10 Kabupaten dengan APS  13-15 tahun Terendah tahun 2022

oleh
oleh
(ilustrasi. Sumber : ttps://www.kibrispdr.org)

damarinfo.com – Tingkat partisipasi sekolah penduduk pada suatu wilayah menunjukkan terbukanya peluang untuk mengakses pendidikan secara umum pada suatu wilayah tersebut. Semakin tinggi APS pada suatu kelompok usia tertentu di wilayah tertentu menunjukkan terbukanya peluang yang lebih besar bagi penduduk di wilayah tersebut untuk dapat mengenyam pendidikan menurut jenjang tertentu. Artinya, APS dapat digunakan untuk melihat seberapa banyak penduduk usia sekolah yang telah mengakses pendidikan.

APS 7 – 12 tahun untuk usia Sekolah Dasar (SD) atau sederajat, APS 13-15 tahun untuk usia Sekolah Menengah Pertama (SMP) atau sederajat dan 16-18 tahun untuk usia Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sederajat.

Baca Juga :   Liburan Sekolah Tak Rekreasi? Ga Masalah, Tetap Asyik dengan Kegiatan di Rumah

Dalam Buku Statistik Pendidikan tahun 2022 yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur disebutkan bahwa APS untuk usia 13-15 tahun di Jawa Timur adalah 97,64 persen, sementara APS Kabupaten Bojonegoro pada usia yang sama adalah 97,56. Artinya adalah masih  ada 2,44 persen anak usia 13-15 tahun di Bojonegoro yang tidak sekolah di tingkat SMP. APS Kabupaten Bojonegoro ini menempatkan Bojonegoro di urutan ke 12 dari 38 Kabupaten/Kota di Bojonegoro dengan APS usia 13-15 terendah di tahun 2022.

(Grafik APS usia 13-15 tahun Kabupaten/Kota di Jawa Timur. Buku Statistik Pendidikan Jawa Timur tahun 2022)

Berikut 10 Kabupaten dengan APS usia 13-15 tahun terendah pada tahun 2022

  1. Sampang dengan APS 92,68
  2. Situbondo dengan APS 93,92
  3. Jember dengan APS 94,84
  4. Malang dengan APS 95,47
  5. Blitar dengan APS 95,88
  6. Trenggalek dengan APS 96,12
  7. Bondowoso dengan APS 96,53
  8. Tuban  dengan APS 96,58
  9. Kota Blitar dengan APS 96,96
  10. Pasuruan dengan APS 97,13
Baca Juga :   Provinsi-Provinsi di Indonesia dengan Jumlah Sekolah Terbanyak. Bukan DKI Jakarta atau DI Yogyakarta.

Penulis: Syafik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *