Surat Redaksi  
Pak Mul Is Back..(bagian 1)

oleh
(Grafis Soehadi Moeljono. Editor : Kholik)

Pak Mul atau jika memakai ejaan lama ditulis Pak Moel, sapaan Soehadi Moeljono Sekretaris Daerah (Sekda) Bojonegoro di era kepemimpinan Bupati Suyoto. Namun pasca-Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada ) Bojonegoro tahun 2018, nama Pak Mul sudah tidak terdengar lagi.

Belakangan tiba-tiba muncul kabar, nama Pak Mul disebut akan menjadi Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Nasdem Kabupaten Bojonegoro. Hal itu diketahui setelah ada penjelasan dari Ketua DPD Partai Nasdem Bojonegoro, Alham M. Ubey. Isinya ada proses pergantian kepemimpinan di Partai Nasdem Bojonegoro. Dari dirinya (Alham) kepada Pak Mul. Tentu saja proses pergantian ini, mengagetkan para politisi dan tak terkecuali di lingkungan birokrat di Kabupaten Bojonegoro.

Baca Juga :   Direktur PDAM Terisi, Karyawan Bisa Segera Terima Gaji

Politik dan birokrat? Ya. Di lingkungan politik, tentu saja keberadaan Pak Mul menjadi sesuatu yang baru. Dikatakan baru, mungkin lebih tepatnya posisi dan jabatan sebagai calon ketua partai politik. Karena memang, dalam kariernya, belum pernah berada di posisinya. Misalnya jika benar nantinya, Pak Mul  menjadi Ketua DPD Partai Nasdem Bojonegoro, tentu ini menjadi hal baru dalam dunianya.

(Dok : Deklarasi Mulyo atine pada pilkada 2018)

Sementara di lingkungan birokrasi, tentu namanya sudah dikenal di Bojonegoro. Itu karena, selama lebih separo hidupnya meniti karier sebagai birokrat. Dan puncak kariernya, tercatat ketika menjabat sebagai Sekda Bojonegoro selama 9 tahun (2009 – 2018) lamanya. Pria kelahiran Lumajang Jawa Timur ini,  tentu sudah sangat memahami seluk-beluk Pemerintahan di Kabupaten Bojonegoro. Maklum, pengalaman menjadi Pegawai Negeri Sipil dijalaninya selama 31 tahun (1987 – 2018). Tentu saja Pak Mul sudah sangat hafal karena pernah menjalankan roda di pemerintah  yang cukup lama.

Baca Juga :   Direktur GDK Ternyata Sudah Mengundurkan Diri Akhir 2020

Keberadaan Pak Mul  masuk di dunia politik, tentu ini jadi pertanyaan besar. Apakah ini hanya sekadar mengisi waktu luang kesibukannya—setelah jeda—Pilkada Bojonegoro April 2018—dimana Pak Mul ketika itu berpasangan dengan Mitroatin—kalah dengan pasangan Anna Muawanah-Budi Irawanto (Bupati-Wakil Bupati Bojonegoro periode 2018-2023), atau ada agenda lain. Tentu saja ini menjadi teka-teki yang nantinya akan terkuak, seiring perjalanan waktu.

<selanjutnya>

Penulis : Syafik

Editor : Sujatmiko

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *