Surat Redaksi
Hari Jadi Bojonegoro ke- 345, Benarkah Bojonegoro Terdepan?

oleh
oleh
(Logo HJB ke 345)

Tanggal 20 Oktober 2022, Bojonegoro genap berusia 345 tahun, berbagai perayaan diadakan untuk memperingati Hari Jadi Bojonegoro tersebut. Dari mulai Obral Duren, Bojonegoro Expo, Pesta Rakyat, Bojonegoro Night Carnival, dan banyak lagi kegiatan untuk memeriahkan HJB. Tahun 2022,

Angka peringatannya bagus, 345, tapi semoga tidak bagus di angkanya saja, tapi juga di kehidupan masyarakatnya.

Soal tanggal Hari Jadi Bojonegoro ada dua versi, versi pertama yang diperingati setiap tahun selama ini yakni tanggal 20 Oktober, ini mengacu pada perubahan Djipang menjadi Kadipaten tanggal 20 Oktober 1677, jadi masih bernama Djipang. Versi kedua adalah tanggal 25 September, hal ini didasarkan pada keputusan Komisaris Jendral Hindia Belanda di Buitzerong (Bogor) pada tanggal 25 September 1828 saat memindah Ibu Kota Kabupaten Radjekwesi ke Bojonegoro dengan nama Kabupaten yang sama dengan nama Ibu Kotanya yakni Bojonegoro. Tapi ya sudah lah kita tinggalkan polemik soal tanggal Hari Jadi Bojonegoro, biar nanti para ahli sejarah yang melakukan penelitian lebih jauh soal ini.

Sekarang mari kita lihat kondisi Bojonegoro saat ini, menilik tema HJB 345 yakni Bojonegoro Terdepan, Pembangunan Berkelanjutan.

Bojonegoro Terdepan (Kayak iklan Sepeda Motor ya, …Selalu Terdepan), kata terdepan berarti pada urutan paling depan, tentu biasanya diartikan nomer satu, rangking satu, peringkat pertama. Nah tema ini  memunculkan pertanyaan, Terdepan dalam hal apa? Terdepan dari siapa?

Baca Juga :   Soal Pengentasan Kemiskinan, Siapa yang Lebih Baik? Suyoto atau Anna Mu’awanah?

Tentu harus menggunakan ukuran yang sudah disepakati bersama oleh pemerintahan di Indonesia, tidak mungkin Tim Sepak Bola akan dibandingkan dengan Tim Bola Volly, atau Tim Pencak Silat.

Ukuran umum yang digunakan tentu adalah ukuran pembangunan sebuah wilayah, misal soal pertumbuhan ekonomi, tingkat pengangguran, pendapatan per kapita, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Tingkat Kemiskinan,  pembangunan infrastruktur, Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) dan ukuran-ukuran baku lainya. Dengan ukuran ini maka bisa dibandingkan dengan kabupaten-kabupaten atau Kota-kota lain di Indonesia, minimal ditingkat Provinsi, untuk melihat sebuah wilayah itu terdepan atau terbelakang. Papan atas, papan tengah atau papan bawah,

(Grafik 11 Kabupaten di Jawa Timur dengan Persentase Penduduk Miksin Tertinggi. Sumber data : jatim.bps.go.id)

Badan Pusat Statistik (BPS) menjadi lembaga yang diberi kewenangan untuk melakukan pengukuran itu semua, agar masing-masing wilayah tidak melakukan perhitungan sendiri-sendiri. Outputnya adalah data yang bisa dibaca untuk diperbandingkan, siapa yang terdepan atau siapa yang terbelakang.

Data yang disediakan oleh BPS adalah data tahunan, jadi kita lihat data Kabupaten Bojonegoro tahun 2021, karena tahun 2022 belum kelar. Kita bandingkan saja dengan kabupaten/kota di Jawa Timur ya.

Kita mulai dengan Data Kemiskinan, tahun 2021 BPS mencatat Persentase Kemiskinan di Bojonegoro pada angka 13,27 persen, angka ini menempatkan Bojonegoro pada urutan ke 11 dari Kabupaten/Kota di Jawa Timur dengan persentase kemiskinan tertinggi.

Berikutnya data IPM, catatan BPS Jawa Timur dalam Jawa Timur dalam Angka tahun 2022, menempatkan Bojonegoro pada urutan ke 26 dari 38 Kabupaten/Kota di Jawa Timur., nilai IPM Bojonegoro pada tahun 2021 adalah 69,59.

Baca Juga :   Surat Redaksi Bojonegoro dan Sisa Anggaran yang Belum Merakyat
(Grafik 13 Kabupaten/Kota dengan IPM Terendah se Jawa Timur. Sumber data : jatim.bps.go.id. Grafis : Syafik)

Selanjutnya kita lihat pertumbuhan ekonomi Bojonegoro tahun 2021, pertumbuhan ekonomi dengan mengikutsertakan Sektor Minyak dan Gas menempatkan Bojonegoro pada urutan paling bawah di Jawa Timur, dengan 5,45 persen, kalau tanpa Migas pertumbuhannya 3,55

Rendahnya pertumbuhan ekonomi ini juga berimbas pada Laju Pendapatan Per Kapita Penduduk Bojonegoro, dan Bojonegoro menempati urutan terendah se Jawa Timur dengan laju pendapatan per kapita -6,01 persen.

(Grafik 10 Kabupaten/Kota dengan Pertumbuhan Ekonomi Terendah se Jawa Timur tahun 2021. Sumber data : Jawa Timur dalam Angka Tahun 2022)

Kita juga perlu lihat soal Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Bojonegoro tahun 2021, dengan angka TPT 4,28 persen, Bojonegoro berada pada posisi ke 15 se Jawa Timur.

Ya itu sebagian dari indikator-indikator pembangunan Bojonegoro tahun 2021, jadi Benarkah Bojonegoro Terdepan? Ya biarlah data yang bicara.

Nah kalau soal kekayaan Bojonegoro ini bisa dibilang terdepan, dengan melihat Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) nya, tahun 2021 Bojonegoro menjadi Kabupaten terkaya ke dua setelah Surabaya untuk level Provinsi Jawa Timur. APBD Kabupaten Bojonegoro tahun anggaran 2022 setelah Perubahan APBD adalah Rp. 7,03 triliun.

Jadi soal tema Bojonegoro Terdepan ini, semoga menjadi penyemangat untuk Pemkab Bojonegoro agar di tahun-tahun berikutnya, benar-benar terdepan.

Selamat Ulang Tahun Bojonegoro, Semoga Menjadi Terdepan dan Berkelanjutan (apa dua periode ya ini maksudnya..hehehe)

Penulis : Syafik

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *