Surat Redaksi
Happy Anniversary 2th Anna – Wawan

oleh
(infografis beberapa indikator capaian pembangunan Kabupaten Bojonegoro. Editor grafis : Syafik)

Happy anniversary adalah ucapan yang ditujukan kepada pasangan yang sedang memperingati hari pernikahan. Tetapi untuk yang satu ini, tentu bukan hari pernikahan.

Ya, mereka adalah pasangan Anna Muawanah-Budi Irawanto yang dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro periode 2018 -2023 pada 24-September 2018 silam. Ini adalah “pernikahan” politik dari dua manusia, yang diharapkan mampu membawa “Keluarga Besar” Bojonegoro  menjadi lebih sejahtera.

Tentu tidak adil jika waktu dua tahun dijadikan dasar menentukan, apakah pasangan itu berhasil atau gagal dalam membangun bahtera “rumah tangga” Bojonegoro. Karena kontrak politik pernikahanya berlaku dalam waktu lima tahun. Sehingga untuk menentukanya nanti setelah lima tahun.

Namun dalam dua tahun, tentu sudah dapat dilihat hasil-hasilnya. Perubahan-perubahan fisik dari “rumah” yang dihuni oleh keluarga besar Bojonegoro ini.  Apakah rumahnya sudah dicat ulang, diplester, dihias  sehingga lebih rapi dan indah? Atau pohonnya sudah semakin rindang? Atau jalan menuju kerumah apakah sudah bagus? Atau apakah anak-anak mendapatkan makanan yang cukup tiap harinya? Atau bagaimana sekolahnya anak-anak? Lalu apakah anak-anak semua sehat? Bagaimana dengan yang sakit, apakah mendapatkan perawatan kesehatan yang memadai?

Untuk sebuah keluarga dengan anggota sebanyak 1,3 juta jiwa tentu bukan perkara mudah mengurusnya. Anna Muawanah sebagai Buk e Bojonegoro dan Mas Wawan tentu menjadi Pak e Bojonegoro harus lebih mengerti dan bijak. Setidaknya bekerja lebih untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan warga Bojonegoro sebagai anak-anaknya.

Kontrak pernikahan politik antara Pak e dan Buk e, dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).  Dokumen ini harus ada setelah pernikahan itu sebagi wujud dari komitmen janji kampanye sebelum mereka dipilih anak-anaknya. Setidaknya ada 17 program prioritas yang selalu disampaikan kepada anak-anaknya. Di antarnya adalah program infrasturktur jalan dan jembatan.

Baca Juga :   Polres Bojonegoro Siap Tanggulangi Bencana
(infografis APBD Bojonegoro Tahun 2017 dan 2019. Editor Grafis : Syafik)

Beruntung Tuhan memberikan rezeki yang melimpah untuk Keluarga Besar Bojonegoro, Dana Bagi Hasil Migas dari tanah Bojonegoro menjadi salah satu sumber dana untuk kehidupan keluarga bojonegoro ini. pada tahun 2019, Bojonegoro berencana membelanjakan uang sebanyak 7,1 Triliun.  Andai saja tidak ada corona, Keluarga Bojonegoro berencana belanja sebanyak Rp 6,4 triliun. Karena corona uang yang dibelanjakan menjadi Rp. 5,5 Triliun.

Tentu dengan  uang sebanyak itu membuat keluarga ini leluasa untuk belanja apapun yang diinginkan. Meski uang sebanyak itu sebagian besar didapatkan dari orang tuanya di Pemerintah Pusat.

Dari zaman berdirinya Keluarga Bojonegoro ini, yakni 343 tahun lalu, mimpi untuk dapat menikmati jalan yang mulus belum dapat terwujud. Buk e dan Pak e sudah menjanjikan tahun 2021 seluruh jalan di Bojonegoro sudah kelar. Dan ini sudah dibuktikan, 80 persen jalan di Bojonegoro tahun 2020 ini sudah dan sedang diselesaikan. Dan mimpi Keluarga Bojonegoro ini segera menjadi nyata. Ya Karena kitah Kayah..

Beberapa indikator pembangunan dibawah kepemimpinan Buk e dan Pake yang lain juga menunjukan pergerakan yang positif, misal soal Indeks Pembangunan Manusia atau IPM. Indeks ini untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia (masyarakat/penduduk). IPM dapat menjelaskan bagaimana masyarakat dapat mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan, pendidikan, Kesehatan dan lain sebagainya (bps.go.id).

(Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro di Gedung Grahadi Surabaya, 24 September 2018. Foto : Dokumen Humas Pemkab Bojonegoro)

Tahun 2017, IPM Bojonegoro 67,28, pada tahun 2019 naik menjadi 68,75, kenaikanya sebanyak 1,47. Kenaikan sebesar ini adalah yang tertinggi, setidaknya dalam lima tahun terakhir.  Meski jika dibandingkan dengan Kabupaten tetangga di Jawa Timur, Bojonegoro berada di urutan ke 26. Tapi pergerakan positif IPM ini perlu mendapatkan apresiasi, pasalnya titik nol IPM di Bojonegoro sangat rendah.

Baca Juga :   Berikut Alasan Polisi Menghentikan Penyelidikan Perkara Bupati Bojonegoro

Indikator lain juga menunjukan trend atau kecendurangan naik kecuali tentu soal prosentase kemiskinan dan Tingkat Pengangguran Terbuka yang memang diharapkan turun. Prosentase kemiskinan turun dari 14,34 persen pada tahun 2017, menjadi 12,38 persen pada tahun 2019, nilai ini melebihi target yang dipasang dalam RPJMD yakni 13,50 – 13,15. Meski sayangnya TPT Bojonegoro di Tahun 2019 naik menjadi 3,7, padahal tahun 2017 TPT Bojonegoro 3,64.

Soal petani misalnya Buk e dan Pak e sudah menunjukan kinerja positifnya, ini dapat dilihat dari Nilai Tukar Petani (NTP) Kabupaten Bojonegoro pada tahun 2019 yang bisa naik 4 digit, menjadi 109,49 dari tahun 2017 yang sebesar 105,79. Dan ini lebih tinggi dari target dalam RPJMD untuk tahun ke dua pemerintahan ini.

Tentu masih banyak hal lain yang bisa dilihat untuk melihat bagaimana Buk e dan Pak e Bojonegoro ini telah bekerja untuk anak-anaknya selama dua tahun ini. Keharmonisan keluarga menjadi salah satu kunci keluarga itu bahagia, keharmonisan hubungan antara orang tua, keharmonisan hubungan anak dengan orang tua, hubungan anak dengan anak.

Anak-anak dari Buk e dan Pak e tentu berharap dalam tiga tahun ke depan, Buk e dan Pak e bekerja lebih baik lagi agar kesejahteraan anak-anaknya terjamin. Baik dari pendidikanya, kesehatanya, ekonominya dan hal lainya.

Happy Anniversary ke dua Buk e dan Pak e Bojonegoro.

Penulis : Syafik

Editor : Sujatmiko

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *