Surat Redaksi
Bojonegoro Berharap kepada Desa Dolok Gede.

oleh
oleh
(Mensesneg Pratikno. Sumber Foto : instagram @ademos indonesia)

Damarinfo.com – Desa Dolok Gede masuk wilayah Kecamatan Tambakrejo, jaraknya dari ibu kota Kabupaten sekitar 50 km, siapa sangka dari pedalaman Kabupaten Bojonegoro lahir Tokoh Nasional atau bisa disebut “wong pusat” yang sangat berpengaruh di Indonesia. Namanya Pratikno yang saat ini menjabat Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg). Dengan jabatan sebagai Mensesneg, Pak Pratik-begitu biasa disapa- merupakan tokoh kunci dalam pembangunan nasional.

Tentu tidak salah jika Rakyat Bojonegoro berharap Pak Pratik “cawe-cawe”untuk mengurus  Bojonegoro, karena sebagai orang Bojonegoro yang peduli dengan Bojonegoro dan  punya pengaruh yang sangat besar di tingkat pusat.  Sehingga jika Pak Pratik “cawe-cawe”, maka harapan untuk perubahan yang lebih baik bagi Bojonegoro bakal lebih terbuka lebar.

Seperti yang pernah Pak Pratik sampaikan secara terbuka tentang kondisi Bojonegoro, yakni  dalam Video ucapan selamat Hari Jadi Kabupaten Bojonegoro ke 345 lalu yang diunggah di akun instragram @ademos indonesia. Pak Pratik menyampaikan tentang besarnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), tentang kemiskinan,  Migas. pendidikan, kesehatan, tenaga kerja, pertanian dan lain sebagainya.

(Tabel 10 Kabupaten/kota di Jawa Timur dengan Angka Kemiskinan Tertinggi tahun 2023. Data diolah dari jatim.bps.go.id)

Namun tidak salah juga jika Pak Pratik tidak “cawe-cawe”karena memang tidak ada “kewajiban” untuk itu. Pak Pratik tentu lebih tepat menjadi milik bangsa Indonesia, tidak hanya milik Bojonegoro, karena telah terbukti mendampingi Presiden Joko Widodo selama dua periode, yang tentu telah  memberikan manfaat yang besar untuk bangsa dan negara ini sebagai Mensesneg.

Baca Juga :   Bojonegoro Masuk 10 Besar Kabupaten dengan Jumlah Penduduk Miskin Terbanyak di Jawa Timur

Tidak etis juga jika harus “melibatkan” Pak Pratik dalam kancah poltiik di lingkup yang lebih kecil, ditingkat kabupaten.  Namun  sebagai Guru Besar Ilmu Politik di Universitas Gajah Mada dan pengalaman di dalam pemerintahan selama ini, tentu Pak Pratik sangat mudah untuk memahami  kondisi Bojonegoro saat ini, baik soal kemiskinan, politik, ekonomi, Migas, pertanian, perdagangan dan lain sebagainya.  Dan tentu sangat paham bagaimana seharusnya  mengelola Bojonegoro untuk sebesar-besarnya kesejahteraan Rakyat Bojonegoro.

Baca Juga :   Sejak Kapan Angka Kemiskinan Bojonegoro Lebih Rendah dari Kabupaten Terdekat?
(Grafik Angka Kemiskinan 10 Kabupaten/Kota dengan APBD terbesar se Indonesia. Data diolah dari Buku Data dan Informasi Kemiskinan Kabupaten/Kota tahun 2022. BPS RI. Grafik: Syafik)

Pak Pratik lebih paham bagaimana bersikap untuk Bojonegoro, sehingga tidak perlu “didorong”, tidak perlu “ diajari” , tidak perlu “diminta”. Dan tentu tidak pada tempatnya jika melakukan itu kepada tokoh yang se kaliber Pak Pratik.

Jadi meskipun besar haparan sebagian masyarkat Bojonegoro agar Pak Pratik “cawe-cawe”untuk urusan Bojonegoro, namun harus tahu diri juga bahwa Pak Pratik adalah tokoh nasional yang sudah menjadi milik bangsa Indonesia, tidak hanya milik Bojonegoro. Biarlah Pak Pratik memberikan manfaat sebesar-besarnya untuk Bangsa dan Negara.

Pun Toh jika Pak Pratik “cawe-cawe”untuk Bojonegoro, tentu sebagian besar Rakyat yang menginginkan perubahan yang lebih baik di Bojonegoro akan sangat berterima kasih. Apapun bentuk “cawe-cawe”nya, karena Pak Pratik lebih tahu yang paling tepat untuk Bojonegoro.

“ini bukan sekedar tentang Pilkada, tapi lebih dari itu, ini tentang masa depan Bojonegoro”

Penulis : Syafik

Response (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *