Sukur Priyanto Minta Pj Bupati Instruksi ke SKPD untuk segera Serap Anggaran.

oleh
oleh
(Wakil Ketua DPRD Bojonegoro Sukur Priyanto)

Bojonegoro,damarinfo.com- Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro Sukur Priyanto menyangkan rendahnya belanja Pemkab Bojonegoro. Menurutnya belanja pemerintah ini berdampak pada perekonomian daerah, sehingga perputaran uang segera dapat terjadi. Ini akan memicu pergerakan perekonomian sektor-sektor yang lain. Seperti perdagangan, khususnya Usaha Mikro Kecil dan Menengah.

“untuk itu saya meminta kepada Pj Bupati untuk segera memberikan instruksi kepada kepala SKPD (Satuan Kerja Pemerintahan Daerah) untuk segera melakukan penyerapan anggaran, khususnya belanja modal” Kata Pria yang juga Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Bojonegoro ini.

Baca Juga :   Belanja Pegawai Sedot Anggaran Terbesar di APBD Bojonegoro. Untuk Anggota DPRD Berapa ya?

Lanjut Sukur-panggilannya- saat belanja modal sudah dilaksanakan maka para pekerja, seperti tukang batu, tukang kayu, kuli dan lain sebagainya bisa segera mendapatkan penghasilan.

Penjabat (Pj) Bupati Bojonegoro Adriyanto menyampaikan sudah ada beberapa pekerjaan yang sudah dilelang.

“sudah ada beberapa” Kata Pj. Bupati

Data dari laman Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan  Republik Indonesia (https://djpk.kemenkeu.go.id/portal/data/apbd?periode=5&tahun=2024&provinsi=13&pemda=04) menyebutkan hingga Mei 2024, persentase belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2024 baru 8,2 persen.

Baca Juga :   Pembahasan KUA PPAS APBD Tahun 2024 Molor. Apa Penyebabnya?

Dari rencana belanja Rp. 8,2 triliun baru dibelanjakan sebesar Rp. 675,64 miliar. Persentase belanja tertinggi adalah dari Belanja Bantuan Sosial yakni 36,91 persen, berikutnya Pos Belanja Bantuan Keuangan sebesar 22,37 persen. Di urutan ketiga adalah Pos Belanja Pegawai senilai 10 persen. Urutan berikutnya adalah Pos Belanja Barang dan Jasa sebesar 7,03 persen, sementara Pos Belanja Modal menempati urutan terendah yakni 0,28 persen,, dari rencana belanja sebesar Rp. 2,2 triliun baru dibelanjakan sebesar 6,16 miliar.

Penulis : Syafik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *