Sudah Sebulan Air PDAM di Kapas Macet

oleh
oleh
(Warga Desa Semenpinggir mengambil air sumur pompa di kran yang berada di komplek Kantor Desa Semen Pinggir Kecamatan Kapas. Foto : Rozi)

Bojonegoro, damarinfo.com -Pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bojonegoro di Kecamatan Kapas pontang-panting mencari air bersih mencukupi kebutuhan sehari-hari. Krisis air terjadi satu bulan terakhir ini.

Sulaiman warga Desa Semen Pinggir Kecamatan Kapas misalnya, setiap hari harus mengambil air dari sumur pompa di komplek Kantor Desa setempat dengan jerigen. Hal ini karena air PDAM tidak mengalir. Sementara ia selama ini sudah bergantung dengan aliran air PDAM tersebut. Air macet juga sudah dilaporkan dan ditindaklanjuti beberapa kali di kirim air dengan mobil tangki.

“Sudah berminggu-minggu ini, ya ngambil air di sini (Air pompa Kantor Desa),” ujarnya.

Karmanto, Kabag Teknis PDAM Kabupaten Bojonegoro. Foto : Rozi

Kepala Bagian Teknis PDAM Bojonegoro Karmanto mengatakan, tidak mengalirnya air PDAM di Kecamatan Kapas lantaran distribusi berkurang. Pasalnya banyak penambahan jaringan atau pelanggan dan saat ini sudah diaktifkan empat pompa yang sebelumnya tekanan air 8,2 – 8,3 dinaikkan menjadi 8,7 mm, dengan empat pompa yang dihidupkan tidak secara manual namun dipasang inventer (pengaturan).

Baca Juga :   DPRD Berharap Direktur PT. BBS orang Bojonegoro

“Jadi, hasil evaluasi kita bahwa debit air berkurang di lokasi sumber di Desa Sumberarum,” ujarnya pada damarinfo.com Rabu, 16-Februari-2022.

Lanjut Karmanto, air sumber di Desa Sumberarum tersebut di konsumsi oleh pelanggan di wilayah Kecamatan Kapas yakni ada sebanyak 5.200 pelanggan lebih, dan sebagian masih di salurkan untuk membantu di wilayah kota. dan pada 5 Februari maka di naikkan volumenya.

Baca Juga :   Tiga Nama Siap Berebut Kursi Direktur PT. BBS Bojonegoro

“Jika dikalkulasi rata-rata setiap harinya pelanggan menggunakan air sebanyak 65 liter maka kita tambah volumenya sebanyak 10 liter,” tandas pria yang hobi sepakbola ini.

Masih menurut Karmanto, saat ini untuk aliran air sudah mulai mengalir dan berjalan normal. karena memang setiap adanya laporan langsung di tindaklanjuti, dan tentunya tindak lanjut butuh proses untuk mencari penyebabnya. Misalnya membongkar pipa kemungkinan buntu atau lainnya.

Penulis : Rozikin

Editor : Sujatmiko

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *