Suara dari Dapur: Harga Cabe Rp 80 Ribu per Kilogram!

oleh
Cabe keriting merah, yang belakangan ini harganya naik drastis.Foto/sujatmiko

Bojonegoro-Harga cabe di Kabupaten Bojonegoro dan sekitarnya tembus di angka Rp 80 ribu perkilogramnya. Cuaca ekstrem selama dua bulan terakhir ini diduga jadi penyebab naiknya harga bumbu dapur berasa pedas ini.

Para Ibu rumah tangga dan juga pengelola warung makanan mengeluhkan harga cabe yang meningkat tajam. Pasalnya, kenaikan harga cabe, naik dalam kurun waktu satu pekan terakhir ini.”Naiknya drastis. Padahal kita sekeluarga penyuka masakan pedas,” ujar Wati, warga Klangon Bojonegoro, pada damarinfo.com, Kamis 16-1-2020.

Di sejumlah pasar di Kota Bojonegoro, seperti Pasar Besar, Pasar Banjarejo, Pasar Sumberejo dan lainnya, harga cabe terus meningkat dalam satu pekan ini, terhitung Kamis 16-1-2020. Seperti cabe rawit (sret) Rp 80 ribu perkilogram dari satu pekan sebelumnya Rp 60 ribu perkilogramnya. Juga cabe keriting Rp 78 ribu perkilogramnya dari sebelumnya Rp 64 ribu perkilogramnya. Cabe hijau Rp 63 ribu perkilogramnya dari sebelumnya Rp 40 ribu perkilogramnya.

Yono, 56, tahun, pedagang sayuran di Pasar Besar Kota Bojonegoro, harga cabe, naik terus dalam satu pekan ini. Penyebabnya, karena kiriman dari luar berkurang. Biasanya sehari ada pedagang dari luar Bojonegoro stor cabe, tetapi kini dua-tiga kali sehari. “Kiriman dari luar berkurang. Makanya naik,” ujarnya.

Baca Juga :   Penghargaan Zero Accident untuk PEPC dari Pemerintah Jawa Timur

Naiknya harga cabe juga dikeluhkan pengelola warung sambel lalapan lele dan sejenisnya di Bojonegoro. Untuk mensiasati kenaikan itu, para pedagang sebagian menggunakan cabe kering untuk sambelnya. Para pedagang mengaku, stok cabe kering sudah disiapkan jaih hari sebelum harga bumbu ini naik.”Cabe naik, makanya kita pakai yang kering. Kalau gak gitu, dagangannya gak nutut,” ujar Marto, pemilik warung lalapan sambel di Jetak.

Selama ini, cabe dari Bojonegoro didatangkan dari sejumlah kecamatan di kabupaten ini. Juga kiriman dari luar kota, seperti Tuban, Lamongan dan Nganjuk. Tetapi, semenjak musim hujan turun deras, stok cabe berkurang.

Baca Juga :   Jelang Tahun Baru, Harga Kebutuhan Pokok di Bojonegoro Stabil

Sebelumnya harga cabe di Kabupaten Lamongan dan Tuban juga merangkak naik. DI Tuban, harga cabe terakhir ini di kisaran Rp 65 ribu perkilogram. Tapi harga tersebut berpotensi naik dalam hari-hari ke depan.” Ya memang naik,” ujar Kepala Dinas Koperasi, Perindusterian dan Perdagangan Tuban,Agus Wijaya dalam release di group medsos jurnalis di Tuban.

Sementara itu, data di Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro, menyebutkan, dari 28 kecamatan, ada sembilan di antaranya petani menanam cabe. Jenisnya beragam. Seperti cabe rawit, keriting dan hijau. Lahan tanamnya sekitar 500 hektare. Yaitu di Kecamatan Padangan, Kedewan, Kedungadem, Temayang, Dander, Kanor, Malo, Trucuk dan Kasiman.
Penulis : Sujatmiko/tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *