damarinfo.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur merilis laporan Statistik Wisatawan Nusantara Provinsi Jawa Timur 2024 pada 17 September 2025. Laporan ini menyajikan data berbasis Mobile Positioning Data (MPD) yang memotret arus perjalanan wisatawan dengan akurasi lebih tinggi.
Hasilnya, Jawa Timur mencatat 218,71 juta perjalanan wisatawan nusantara sepanjang 2024. Angka ini melonjak signifikan dibanding masa pandemi, menandakan sektor pariwisata benar-benar pulih.
Surabaya dan Malang Tetap Jadi Magnet
Data BPS menempatkan Kota Surabaya sebagai destinasi utama dengan 27,2 juta perjalanan. Posisi kedua ditempati Kabupaten Sidoarjo (14,9 juta), diikuti Kabupaten Malang (14,6 juta) dan Kota Malang (11,8 juta). Sementara itu, Kota Batu menutup daftar tujuh besar dengan 8,2 juta perjalanan.
10 Besar Tujuan Wisata Jawa Timur 2024
Surabaya – 27.206.567 perjalanan
Sidoarjo – 14.964.532
Malang – 14.629.462
Kota Malang – 11.811.578
Pasuruan – 8.460.774
Gresik – 8.227.066
Kota Batu – 8.223.667
Mojokerto – 8.062.814
Kediri – 7.832.201
Jember – 6.886.000
Data ini memperlihatkan bahwa kawasan metropolitan Surabaya dan Malang Raya masih menjadi magnet utama pergerakan wisatawan.
Bojonegoro: Data Ungkap Peran Ekonomi yang Kuat
Di luar 10 besar, Bojonegoro muncul dengan catatan 5,03 juta perjalanan masuk. Tidak berhenti di situ, warga Bojonegoro juga aktif bepergian keluar daerah, mencapai 3,41 juta perjalanan.
BPS mencatat 84,3% wisatawan Bojonegoro berasal dari dalam Jawa Timur, dengan Surabaya, Tuban, dan Lamongan sebagai penyumbang terbesar. Pola ini menegaskan Bojonegoro bukan sekadar jalur transit, tetapi simpul mobilitas ekonomi regional.
Lebih rinci, Tuban menjadi tujuan favorit warga Bojonegoro dengan 849.055 perjalanan atau hampir seperempat dari total perjalanan keluar. Selain itu, mereka juga aktif ke Surabaya (433.805 perjalanan) dan Lamongan (340.624 perjalanan).

Persaingan Kabupaten Barat: Data Bicara
Jika dibandingkan dengan tetangganya, Bojonegoro menunjukkan performa menarik:
Lamongan mencatat 5,61 juta perjalanan masuk, sedikit lebih tinggi dari Bojonegoro. Namun, pola Lamongan lebih condong sebagai wilayah komuter ke Surabaya.
Tuban berada di bawah Bojonegoro dengan 4,56 juta perjalanan masuk, meski punya branding kuat sebagai kota wisata pantai dan religi.
Nganjuk (4,95 juta) dan Ngawi (3,84 juta) berperan sebagai daerah transit menuju Jawa Tengah, dengan pola kunjungan yang lebih tersebar.
Data ini menunjukkan bahwa Bojonegoro memiliki kekuatan berbeda: hubungan spesifik dan intens dengan wilayah tertentu, terutama Tuban dan Surabaya.
Metode Baru BPS: Wisata Dipetakan Lewat Data Ponsel
BPS Jawa Timur tidak lagi mengandalkan survei kertas semata. Mereka kini menggunakan Mobile Positioning Data (MPD)—data anonim dari pergerakan ponsel—untuk memetakan arus wisatawan.
Data dari Operator: Setiap kali ponsel terhubung ke menara BTS, pergerakan terekam.
Privasi Aman: Nomor ponsel disamarkan, sehingga hanya muncul sebagai ID anonim.
Seleksi Perjalanan: Hanya perpindahan di luar rutinitas dengan lama tinggal minimal 6 jam yang dihitung sebagai perjalanan wisata.
Kalibrasi: Data MPD ditimbang dengan Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) agar mewakili populasi.
Output: Data disusun dalam Origin-Destination Matrix (ODM) yang menjawab pertanyaan siapa bepergian ke mana, seberapa banyak, dan seberapa sering.
Dengan cara ini, BPS mampu menampilkan peta wisata berbasis data besar yang akurat, real-time, dan tetap menjaga privasi masyarakat.
Mobilitas Bukan Sekadar Wisata
Data BPS menegaskan bahwa peta pariwisata Jawa Timur 2024 tidak hanya dipengaruhi objek wisata populer, tetapi juga mobilitas ekonomi dan sosial.
Bojonegoro dan Lamongan kini tampil sebagai kekuatan baru di barat Jawa Timur. Angka-angka perjalanan menunjukkan bahwa keduanya berperan sebagai simpul mobilitas yang hidup, bukan sekadar destinasi wisata.
Dengan kata lain, di era digital ini, menjadi pusat perjalanan berarti menjadi pusat aktivitas masyarakat—dan Bojonegoro berhasil membuktikannya.
Penulis : Syafik
Sumber : Publikasi Statistik Wisatawan Nusantara Provinsi Jawa Timur 2024, BPS Jawa Timur






