Soal Inflasi di Bojonegoro; Dihitung Sendiri Terus Dibanding-bandingke. Koq Panggah Ngono ae

oleh
oleh
Gudang beras Bulog di Kalitidu, Bojonegoro.Foto/dok.damarinfo

Mari kita lihat data dari BPS Bojonegoro yang melakukan pendataan inflasi tahun 2010 – 2013 (saat masih melakukan pendataan inflasi).

(Tabel Inflasi Kabupaten Bojonegoro tahun 2010 -2013. sumber :https://bojonegorokab.bps.go.id/indicator/3/70/1/inflasi.html)

Dapat dilihat bahwa inflasi bulanan dari tahun 2010 -2013 paling tinggi di angka 3,24 di Bulan Juli tahun 2013, selain itu selalu di bawah 2 persen bahkan pada bulan tertentu di angka minus. Padahal pada tahun-tahun tersebut belum ada pembangunan infrastruktur semasif dalam empat tahun terakhir.

Apakah kesimpulan bahwa pembangunan infrastruktur dapat menjadi pengendali inflasi bisa diterima?

Masyarakat jangan dibodohi dong…

Baca Juga :   Pertama Masuk Survei BPS, Inflasi Bojonegoro Tertinggi di Jawa Timur

BPS secara resmi hanya menghitung inflasi untuk 8 Kabupaten/kota di Jawa Timur, yakni Jember, Banyuwangi, Sumenep, Kediri, Malang, Probolinggo, Madiun dan Kota Surabaya. Jadi Kabupaten Bojonegoro bukan termasuk yang dihitung inflasinya oleh BPS. Dari delapan kota ini menjadi acuan inflasi di Jawa Timur secara keseluruhan.

Mari kita bicara data, karena data mencerdaskan bangsa (Kata BPS), Tahun 2022, inflasi tahunan dari delapan kota di Jawa Timur yang diterbitkan dalam Berita Resmi Statistik No. 72/12/35/Th. XX, 1 Desember 2022 adalah sebagai berikut

Baca Juga :   Bupati Bojonegoro Klaim Pembangunan Infrastruktur Mampu Kendalikan Inflasi
(Tabel Inflasi Umum 8 Kabupaten/Kota di Jawa Timur tahun 2022. Sumber :Berita Resmi Statistik No. 72/12/35/Th. XX, 1 Desember 2022 )

Nilai inflasi ini dihitung berdasarkan harga dari 42 barang dan jasa yang dikonsumsi oleh Masyarakat.

Tentu yang lebih rasional jika Pemkab Bojonegoro ingin melakukan perbandingan dengan Inflasi Jawa Timur dan Nasional adalah menunggu perhitungan inflasi yang akan dilakukan oleh BPS, dan Bojonegoro pada tahun 2024, bersama dengan Gresik dan Tulungagung bakal masuk dalam pendataan Indeks Harga Konsumen (IHK) yang menjadi dasar perhitungan inflasi.

Koq panggah ngono ae..ngono-ngono ning ojo ngono,  data yang tidak akurat bakal menyesatkan dalam pengambilan kebijakan.

Penulis : Syafik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *