Soal Batching Plant di Sukowati, Forum CSR: Perlu Ada Mediasi

oleh
Sepanduk protes warga Desa Sukowati Kecamatan Kapas, atas keberadaan Batching Plant, Foto : Rozikin

Bojonegoro-Ketua Forum Elemen Masyarakat Bojonegoro, Mohammad Subeki menyarankan, sebaiknya Pemerintah Bojonegoro segera mengambil langkah-langkah terkait keberadaan batching plant di Sukowati, Kapas. Yaitu mediasi, duduk bersama antara pemerintah, managemen dan masyarakat.”Sebaiknya mediasi,” ujarnya pada damarinfo.com, Rabu 15-April-2020.

Mohammad Subeki kemudian melanjutkan, cara media yang dimaksud yaitu, duduk bersama yang melibatkan sejumlah komponen. Yaitu Pemerintah Desa Sukowati, RT/RW, Kecamatan Kapas, Pemerintah Bojonegoro, polisi, warga sekitar dan tentu saja pihak managemen PT SBS Batching Plant yang ada di Desa Sukowati.”Tentu ini, penting,” ujar pria yang juga menjabat Ketua Forum CSR Kabupaten Bojonegoro ini.

Enam Pesan Ketua Forum Elemen Masyarakat Bojonegoro

1.dengan adanya pemberitaan di beberapa media apakah ini salah faham /miskomunikasi hingga munculnya istilah adanya fihak yang melakukan intimidasi, menakut nakuti, mengancam atau bahasa lain arogan yang datang ditujukan kepada pejabat desa hingga pejabat daerah atau personal pribadi seseorang. Hal ini untuk segera diluruskan kebenarannya. Kalau toh itu benar segera aparat untuk bersikap.
2 .Sebaiknya adanya kontraktor luar daerah bisa mendapatkan pekerjaan proyek di Bojonegoro, ada cara itikad yang baik untuk melakukan komunikasi, koordinasi secara santun dan bukan malah sebaliknya jangan sampai membuat kegaduhan.
3.Kenapa pemerintah kami sarankan untuk segera mengambil langkah, agar tidak terjadi kegaduhan, ketidak nyamanannya masyarakat ,bahkan jangan sampai masyarakat melakukan demo, hal-hal yang bersifat anarkis sehingga menggangu stabilitas keamanan daerah.
4.kalau pemerintah tidak segera mengambil langkah, permasalahan ini malah bisa berkembang munculnya suudzon, pikiran negatif yang seakan-akan ada pihak yang dilindungi oleh oknum aparat.
5. Maaf khawatir saya nanti kalau membuat ketersinggungan masyarakat malah menjadi meluas dan berbahaya.
6 Saya sebagai Ketua Forum CSR meminta kalau ada investor atau kontraktor luar daerah, bisa memberikan respon CSR-nya, membantu/melibatkan, agar masyarakat yang terkena dampak dari pekerjaan proyek yang ada bisa saling memahami dan tidak bermusuhan. Apalagi saat ini kita lagi prihatin dengan menangani wabah virus covid-19 . Semoga tidak menambah beban kita bersama.

Baca Juga :   Dampak Corona, Mahasiswi Asal Brondong Dikarantina di Wuhan

Sebelumnya puluhan warga Desa Sukowati Kecamatan Kapas Bojonegoro mendatangi Kantor Desa setempat untuk menyampaikan aspirasi terkait dengan keresahan adanya Batching plant, tempat memproduksi bahan baku beton ready mix oleh PT Surya Bengawan Sakti (SBS) di RT 14 RW 2 desa setempat pada Senin, 13-4-2020.
Untuk meredam warga dalam menyampaikan aspirasi seiring dengan adanya virus covid 19, Pemerintah Desa (Pemdes) dalam hal ini kepala desa menghubungi sejumlah pihak mulai Puskesmas, Kecamatan, Polsek dan Koramil melakukan pembicaraan melalui perwakilan, serta menghadirkan DPRD dan perusahaan batching plant.
Dalam pertemuan itu , Wakil Ketua DPRD Sukur Priyanto berang atas ulah petinggi perusahaan yang sampai main ancam – ancam ke masyarakat Bojonegoro, karena seharusnya masyarakat di ajak bicara baik – baik. Sukur menambahkan era saat ini tidak ada orang kuat, yang ada adalah kebersamaan, apalagi keberadaan batching plant untuk memasok pembangunan di Bojonegoro yang menggunakan uang APBD.

Baca Juga :   Panen, Harga Gabah di Bojonegoro Anjlok

Penulis : Rozikin/Syafik
Editor : Sujatmiko

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *