Bojonegoro,damarinfo.com – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus memperkuat sinergi antara dunia pendidikan, dunia usaha, dan pemerintah untuk menekan angka pengangguran terbuka, terutama di kalangan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Komitmen tersebut diwujudkan melalui Rapat Tim Koordinasi Daerah Vokasi (TKDV) dan Bursa Kerja Khusus (BKK) yang berlangsung di Ruang Angling Dharma, Gedung Pemkab Bojonegoro, Senin (8/6/2026).
Sebanyak 72 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Mereka berasal dari unsur pemerintah, perguruan tinggi, asosiasi dunia usaha, dan 45 Ketua Bursa Kerja Khusus (BKK) se-Kabupaten Bojonegoro. Forum ini menjadi sarana menyelaraskan kebutuhan dunia kerja dengan pendidikan vokasi.
Bojonegoro Raih Penghargaan Penurunan Pengangguran
Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah mengapresiasi seluruh pihak yang berkontribusi menurunkan angka pengangguran di Bojonegoro.
Menurutnya, capaian tersebut lahir dari kerja sama antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, dunia pendidikan, dan dunia usaha.
“Alhamdulillah, Bojonegoro mendapatkan penghargaan dari Gubernur Jawa Timur atas capaian penurunan angka pengangguran. Ini menjadi bukti bahwa kolaborasi yang selama ini dibangun mampu memberikan hasil nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Nurul menjelaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur saat ini mendorong seluruh daerah untuk fokus pada pengurangan pengangguran, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), pengentasan kemiskinan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta penguatan konektivitas wilayah.
SMK Jadi Penopang Penyediaan Tenaga Kerja
Nurul menilai tantangan pembangunan ke depan semakin kompleks. Selain itu, penyesuaian dana transfer dari pemerintah pusat juga menuntut daerah lebih inovatif dalam menjalankan program pembangunan.
Karena itu, seluruh pemangku kepentingan perlu memperkuat kolaborasi untuk mencapai target pembangunan yang telah ditetapkan dalam RPJMD.
“Semua target pembangunan dalam RPJMD harus dicapai melalui program yang terukur. Karena itu, sinergi antara sekolah vokasi, dunia usaha, dan pemerintah harus terus diperkuat,” katanya.
Menurut Nurul, SMK memiliki peran penting dalam menyiapkan tenaga kerja yang kompeten dan siap bersaing.
Saat ini terdapat sekitar 122 SMK di Kabupaten Bojonegoro dengan jumlah siswa mencapai 25 ribu orang. Setiap tahun, sekitar 7 ribu lulusan baru memasuki pasar kerja.
Karena itu, ia meminta seluruh pihak memastikan pelatihan kerja berjalan tepat sasaran dan memberi manfaat nyata.
“Peserta pelatihan harus benar-benar masyarakat yang membutuhkan pekerjaan. Setelah pelatihan, mereka juga perlu mendapat pendampingan hingga bisa bekerja atau mandiri,” tegasnya.
BKK Salurkan 2.872 Tenaga Kerja
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Bojonegoro, Mahmudi, mengatakan bahwa lulusan SMK masih mendominasi angka pengangguran terbuka di Bojonegoro.
Karena itu, Disperinaker terus memperkuat pendidikan vokasi yang sesuai kebutuhan industri. Selain itu, pihaknya juga mengoptimalkan peran Bursa Kerja Khusus (BKK) sebagai penghubung antara sekolah dan dunia kerja.
Saat ini terdapat 45 BKK aktif di Bojonegoro. Jumlah tersebut terdiri atas dua perguruan tinggi, 42 SMK, dan satu SMA.
Berdasarkan data tracer study, seluruh BKK tersebut berhasil menyalurkan 2.872 tenaga kerja.
Tiga BKK dengan capaian tertinggi adalah SMKN Purwosari yang menempatkan 323 tenaga kerja, SMKN Kasiman sebanyak 293 tenaga kerja, dan SMKN 1 Bojonegoro sebanyak 288 tenaga kerja.
Perluas Akses Kerja bagi Pencari Kerja
Mahmudi menjelaskan, Disperinaker juga menjalankan berbagai program untuk memperluas akses kerja bagi masyarakat.
Program tersebut meliputi Mini Job Fair, Job Fair Utama, pelatihan sertifikasi kompetensi, layanan Grup Solusi Kerja, Ruang Konsultasi Kerja, seminar peningkatan soft skill, serta penyebaran informasi lowongan kerja di berbagai lokasi strategis.
Melalui berbagai program itu, Pemkab Bojonegoro berharap lulusan SMK semakin mudah memasuki dunia kerja. Selain itu, dunia usaha juga dapat memperoleh tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Editor : Syafik
Sumber : bojonegorokab.go.id






