SMAN 1 Cepu Deklarasi Tolak Tiga “Dosa Pendidikan”

oleh -
oleh
(Para peserta Deklarasi Tolak Tiga Dosa Pendidikan berfoto bersama. Halaman SMAN 1 Cepu, Jum'at 13-oktober-2023. Foto : Humas SMAN 1 Cepu)

Cepu, damarinfo.com  – Dalam sebuah kesempatan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim menyampaikan dunia pendidikan memiliki banyak tantangan besar yang harus diselesaikan. Salah satunya adalah adanya “Tiga Dosa Pendidikan” yaitu Perundungan, kekerasan seksual dan intoleransi. Tiga hal ini mempunyai  dampak yang kurang baik bagi satuan pendidikan antara lain tidak terwujudnya lingkungan belajar yang aman, nyaman dan menyenangkan,  bahkan bisa memberikan trauma yang bisa bertahan seumur hidup pada anak.

Untuk menekan adanya “Tiga Dosa Pendidikan” tersebut SMAN 1 Cepu Kabupaten Blora Jawa Tengah menggelar Deklarasi Anti 3 dosa besar pendidikan. Tujuannya untuk memberantas adanya perundungan, kekerasan seksual dan intoleransi di lingkungan satuan pendidikan. Acara puncak deklarasi digelar  hari Jumat tanggal 13 Oktober 2023 di Halaman sekolah.

“Ada banyak rangkaian kegiatan  yang kita laksanakan mulai dari lomba poster dan lomba yel-yel, juga juga kampanye di sepajang jalan kota cepu dengan membawa poster hasil karya kelas masing – masing”  Kata Kepala SMA Negeri 1 Cepu, Bekti Ratna Timur Astuti

Ratna juga menyampaikan kegiatan lain diselenggarakan di taman Tuk Bunutung kota cepu, dengan melakukan orasi dengan bernyanyi bersama menyuarakan menolak keras perundungan, kekerasan seksual dan intoleransi dibawah komando komunitas suporter futsal yang bernama Curva Boys Smansa.

Baca Juga :   Kakek di Probolinggo Tega Cabuli Bocah

Dalam acara puuncak  deklarasi sekolah anti 3 dosa besar pendidikan,  diawali dengan Apel Pagi dengan pembina Kepala Sekolah Bekti Ratna Timur Astuti.

Pada kesempatan tersebut, Ratna-panggilan kepala sekolah SMAN 1 Cepu- membacakan Ikrar Anti Perundungan, Kekerasan Seksual dan Intoleransi dan di ikuti oleh seluruh keluarga SMA Negeri 1 Cepu beserta tamu undangan.

Acara dilanjutkan dengan penandatanganan petisi menolak 3 dosa besar pendidikan yang dilakukan oleh Wakil Bupati Blora, Tri Yuli Setyowati, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV Blora, Budi Santosa, Camat Cepu Bapak Budiman,  Kasi SMA/SLB Sarwandi, Lurah Cepu Sri Suhartini, Kepala Sekolah SMAN 1 Cepu Bekti Ratna Timur Astuti dan dikuti oleh seluruh keluarga besar SMA Negeri 1 Cepu.

“Dengan deklarasi dan penandatanganan petisi ini merupakan awal komitmen SMA Negeri 1 Cepu dalam memberantas 3 dosa besar pendidikan di satuan pendidikan, khususnya di SMA Negeri 1 Cepu” Pesan Kepala Sekolah Perempuan ini.

Baca Juga :   Kakek di Probolinggo Tega Cabuli Bocah

Setelah penanda tanganan petisi kegiatan dilanjutkan dengan melakukan senam bersama SALLY (Senam Anti Bully) yang diikuti oleh seluruh keluarga besar SMA Negeri 1 Cepu beserta tamu undangan.

Acara selanjutnya Orasi bersama dengan bernyanyi bersama dan drama mini untuk menyuarakan menolak 3 dosa besar pendidikan berkembang di sekolah. Band SALLY juga tak mau ketinggala untuk turut beraksi dengan membawakan lagu dengan judul “Mengawal Melawan Kekerasan” serta lagu Ayo Rukun ciptaan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Uswatun Hasanah.

Acara pamungkas di tutup dengan sempurna dengan penampilan luar biasa dari Corp Drum Band Gita Patra Bhakti dengan lagu Ayo Rukun.

“Semoga awal dari kegiatan ini bisa memotivasi seluruh warga sekolah untuk lebih waspada terhadap perkataan dan tindakan dalam berinteraksi dengan orang lain. Mari kita ciptakan lingkungan SMA Negeri 1 Cepu menjadi sekolah yang nyaman, aman dan menyenangkan bagi anak – anak bangsa. Ayo Rukun, Stop Kekerasan dan Perundungan, SMA Negeri 1 Cepu TERDEPAN untuk juara, Ayo Rukun.” Kata Ratna

Penulis : Syafik

Sumber : Humas SMAN 1 Cepu Blora Jawa Tengah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *