SILPA Bojonegoro 2019 Tinggi, Ini Penyebabnya

oleh
Kepala BPKAD Kabupaten Bojonegoro Luluk Alifah. Foto/Rozikin

Bojonegoro – Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bojonegoro tahun 2019 mengalami Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Berkenan (SILPA) senilai Rp 2,1 triliun. Namun jumlah tersebut lebih rendah dari nilai yang dipasang di APBD 2020 yakni senilai Rp 2,3 triliun.

Data dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bojonegoro menyebutkan, APBD induk 2019 senilai Rp. 4,7 triliun dengan realisasi serapan 92,4 persen. Sementara di Perubahan APBD 2019 senilai Rp. 2,1 triliun dengan realisasi 62,13 persen. Total keseluruhan APBD 2019 senilai Rp 7,1 triliun.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPKAD Kabupaten Bojonegoro Luluk Alifah mengatakan, di tahun 2019 besaran SILPA senilai Rp 2,1 triliun disebabkan tidak cukup waktu untuk dilakukan penyerapan. Penyebabnya, karena transfer Dana Bagi Hasil (DBH) Migas sering kali realisasinya datang di akhir tahun. Dengan demikian untuk program fisik berupa pembangunan infrastruktur jalan, jembatan dan lainnya dilakukan pada tahun 2020.

“Tingginya angka SILPA karena tidak cukup waktu. Dari pada dipaksakan nantinya tidak selesai dan malah terjadi permasalahan,” tandasnya pada damarinfo.com Sabtu, 4-1-2020.

Baca Juga :   Dinas Perhubungan dan Kodim Bojonegoro Buat Starting Grid di Traffic Light

Mantan Camat Baureno ini mengatakan, SILPA senilai Rp 2,1 triliun tersebut lebih rendah dibandingkan yang dipasang di APBD 2020 untuk menutup devisit senilai Rp 2,3 triliun. Maka nantinya akan dilakukan efisiensi anggaran sehingga nilai devisit bisa menurun disesuaikan nilai SILPA 2019 yang ada.

Sementara itu terkait dengan APBD 2020 telah ditetapkan oleh Gubernur Jawa Timur pada 27-12-2019. Setelah dilakukan evaluasi dan tingginya nilai devisit tidak dipermasalahkan. Gubernur dalam evaluasi anggarannya masing menganggap realistis. Nantinya untuk pembayaran gaji pegawai dan lainnya sudah bisa diserap pada tanggal 2-1-2020 APBD 2020.”Per 2 Januari kemarin APBD 2020 sudah bisa diserap, sehingga gaji pegawai tidak terlambat,” pungkasnya.

Baca Juga :   Tim Forkopimda Bojonegoro Gelar Operasi Masker

Untuk diketahui, Rancangan APBD 2020 telah disahkan dalam rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro pada Rabu malam, 27-11-2019. Pendapatan daerah senilai Rp 4.837.586.801.81. Sedangkan untuk belanja daerah senilai Rp 6.403.552.670 416. Sedangkan devisitnya sebesar Rp 2,3 tiriliun.

Nilai devisit di APBD 2020 senilai Rp 2,3 triliun nantinya dibayar dengan menggunakan SILPA tahun 2019. Seperti yang disampaikan Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah, dalam jawaban pendapat fraksi – fraksi DPRD terkait nota penjelasan Bupati pada RAPBD 2019. Yakni kebijakan dan estimasi pembiayaan senilai Rp 2,3 triliun dari SILPA tahun 2018 yang belum dibelanjakan pada tahun 2019.

Penulis : Rozikin
Editor   : Sujatmiko

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *