Sertijab Bupati Bojonegoro: Setyo Wahono Resmi Pimpin Bojonegoro

oleh 336 Dilihat
oleh
(Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, diapit Bupati Bojonegoro Setyo wahono dan Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah, Ruang Rapat Paripurna DPRD Bojonegoro, Selasa,4-3-2025. Foto: bojonegorokab.go.id)

Bojonegoro,damarinfo.com – Bupati Bojonegoro Setyo Wahono dan Wakil Bupati Nurul Azizah resmi mengikuti Serah Terima Jabatan (Sertijab) dan Rapat Paripurna Istimewa Sambutan Bupati Bojonegoro periode 2025-2030 pada Selasa 4-3-2025. Acara ini berlangsung di Ruang Paripurna Gedung DPRD Kabupaten Bojonegoro.

Acara ini dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, serta sejumlah tokoh penting, seperti Ketua TP PKK Bojonegoro Cantika Wahono, Wakil Bupati Nurul Azizah beserta Budi Jatmiko, jajaran DPRD Provinsi Jawa Timur dan DPRD Kabupaten Bojonegoro, serta forkopimda.

Turut hadir Pj Bupati Bojonegoro Adriyanto, para mantan bupati seperti Imam Supardi, serta Budi Irawanto yang menjabat sebagai Wakil Bupati periode 2018-2023. Jajaran Pj Sekda, kepala OPD, camat, kepala desa, BUMD, instansi vertikal, KPU, Bawaslu, hingga civitas akademika juga ikut menyaksikan momen bersejarah ini.

Bupati Wahono: Pentingnya Sinkronisasi Pembangunan

Sertijab ini ditandai dengan penandatanganan dokumen serah terima jabatan, yang kemudian dilanjutkan dengan Rapat Paripurna Istimewa. Dalam pidatonya, Bupati Setyo Wahono menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Jawa Timur, Wakil Bupati, DPRD, dan Forkopimda. Ia juga mengucapkan terima kasih khusus kepada Pj Bupati Adriyanto atas dedikasi selama 1 tahun 5 bulan dalam memimpin Bojonegoro.

“Terima kasih atas dedikasi dan kontribusi Bapak Pj yang telah mengantarkan kita melewati proses demokrasi ini dengan aman dan sukses, hingga hari ini kita bisa melaksanakan Sertijab,” ujar Bupati Wahono.

Bupati menegaskan bahwa untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, dibutuhkan sinkronisasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah. Pembangunan Bojonegoro harus selaras dengan 8 misi utama Presiden dan Wakil Presiden (Asta Cita) dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

100 Hari Kerja dan Penyusunan RPJMD

Sejak pelantikannya pada 20 Februari 2025, Bupati Wahono menegaskan komitmennya dalam mewujudkan visi, misi, dan program 100 hari kerja. Ia menjelaskan bahwa RPJMD Bojonegoro 2025-2030 akan menjadi panduan utama pembangunan lima tahun ke depan. Penyusunannya dilakukan bersamaan dengan RKPD tahun 2026 dan perubahan RKPD-P tahun 2025.

“Dimulai dengan RPJMD yang memadukan visi dan misi. Ini merupakan panduan penting untuk Bojonegoro lima tahun ke depan,” terangnya.

10 Tantangan Besar Bojonegoro

Bupati Wahono memaparkan 10 isu strategis yang masih menjadi tantangan dalam lima tahun ke depan:

  1. Kemiskinan – Masih ada 11,69% atau 143.250 jiwa yang berada di bawah garis kemiskinan.
  2. Ketidakterserapan Tenaga Kerja – Tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) sebesar 73,86%, dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) sebesar 4,42%.
  3. Stunting – Prevalensi stunting (SKI) 14,1%, sementara berdasarkan e-PPGBM hanya 2% (1.358 balita).
  4. Kualitas SDMIPM Bojonegoro berada di angka 72,75%, dengan pendapatan per kapita Rp11,2 juta.
  5. Pelestarian Seni Budaya Lokal.
  6. Transformasi Ekonomi – Pertumbuhan ekonomi dengan migas 2,47%, sedangkan non-migas 5,17%.
  7. Pemerataan Pembangunan.
  8. Kelestarian Lingkungan Hidup.
  9. Ketahanan Bencana & Perubahan Iklim88 desa di 15 kecamatan rawan banjir Bengawan Solo, sementara 118 desa di 24 kecamatan rawan kekeringan.
  10. Tata Kelola PemerintahanIndeks Reformasi Birokrasi pada 2024 mencapai 82,75, meningkat dari 71,96 pada 2023.

5 Misi dan 8 Quick Wins untuk Bojonegoro

Bupati Wahono juga memaparkan 5 misi utama yang akan diwujudkan dalam lima tahun ke depan serta 8 pilar Quick Wins yang akan menjadi fokus percepatan pembangunan. Untuk mewujudkan cita-cita ini, dibutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah pusat, provinsi, desa, tokoh agama, organisasi, hingga stakeholder lainnya.

“Tujuan dan cita-cita ini bisa tercapai jika ada kolaborasi dan sinergi dari seluruh elemen masyarakat. Semangat optimisme harus kita jaga agar Bojonegoro menjadi daerah yang lebih makmur, sejahtera, dan membanggakan,” tutupnya

Editor : Syafik

Sumber : bojonegorokab.go.id