Selamat Jalan Syekh Ali Jaber

oleh
Syekh Ali Jaber.Foto/dok.wikipedia.org

Foto dan ucapan belasungkawa atas Ali Saleh Mohammad Jaber atau dikenal dengan sebutan Syekh Ali Jaber, terpampang di pelbagai media sosial. Innalillahi wa Innailaihi roojiun, kami berduka atas wafatnya guru dan dai Illah, pada Kamis 14-Januari-2021.

Ya, nama Syekh Ali Jaber,44, ulama yang lahir di Madinah 3-Februari-1976 silam, telah membekas di para tokoh, dan penggemarnya. Ulama berkewarganegaraan Indonesia ini, meninggal di Rumah Sakit Yarsi, Cempaka Putih, Jakarta, pada Kamis pagi karena dugaan awal terinveksi vorus corona. Namun, belakangan diketahui ulama yang dikenal kerap menjadi juri havid Indonesia ini, hasil testnya negatif corona. Syekh Ali Jaber, meninggalkan kita di tengah merebaknya virus corona.

Sosok Syekh Ali Jaber dikenal mampu menembus batas dan sekat-sekat lapisan masyarakat. Tak hanya mewakili organisasi masyarakat di Islam, tetapi juga sekaligus menjadi perekat antar-kelompok di masyarakat, khususnya Islam. Ulama ini, mampu bergaul dengan pelbagai lapisan di masyarakat.

Di organisasi keagamaan seperti di Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, Nahdlatul Wathon, Persis, serta Al Irsyad, tokoh ini relatif bisa diterima.”Beliau menjadi penyambung aspirasi antara umat dan pemerintah. Beliau adalah sahabat baik saya. Karena rendah hati, beliau memanggils saya guru atau ayah,” ujar Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD, dikutip kompas.com, Kamis 14-Januari-2021.

Baca Juga :   Keturunan Raja Banten yang Menjadi Ulama Dunia. Siapa dia?

Meninggalnya Syekh Ali Jaber, tentu mengagetkan kita semua. Masyarakat Islam yang rindu akan tokoh yang low profile, komunikatif dan menjadi penyejuk masyarakat. Tak berkonflik dan lebih menjadi pemadam kebakaran di tengah-tengah umat yang kini sedang butuh sosok sepertinya.

Dalam profilnya, dituliskan Syekh Ali Jaber menjalani masa pendidikan di Madinah. Dikarunuai kecerdasaan yang berlebih oleh Alloh SWT, dimana pada usia 10 tahun sudah hafal Al Quran 30 juz. Atas kelebihannya itulah, pada usia 13 tahun, Syekh Ali Jaber dipercaya menjadi imam Masjid di Kota Madinah, yang didirikan oleh keluarga besarnya.

Syekh Ali Jaber, mengakhiri masa lajangnya setelah mempersunting Umi Nadia, perempuan asal Pulau Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Sejak saat itulah, dirinya memutuskan berada di Indonesia pada 2008 dan resmi menjadi Warga Negara Indonesia pada 2012 silam. Sulung dari 12 bersaudara ini, terus menancapkan syiar Islam dan Al Quran atas pesan meneruskan perjuangan orang tuanya.

Kerendahan hati Syekh Ali Jaber nampak ketika dirinya meminta maaf secara terbuka atas perbedaan pendapat dengan sejumlah ulama Nusantara, tepatnya pada 201 silam. Masalah ini sempat viral.

Tetapi, dengan permintaan maaf terbuka itulah, sosoknya kian dikenal. Apalagi, Syekh juga ketika itu, berterus terang untuk meminta bimbingan para ustad, kyai serta Majelis Ulama Indonesia atas dirinya. Yang tentu patut dicontoh adalah, sikapnya yang meminta maaf secara terbuka, atas pendekatan dakwahnya.

Baca Juga :   Ata bin Abi Rabah, Budak yang Menjadi Hujjah Al-Ummah

Syekh Ali Jaber pernah menjadi korban penganiayaan, pada 13 September 2020 silam. Ketika itu Syekh Ali Jaber ditikam oleh orang yang tidak dikenal saat berceramah di Masjid Falahuddin, Sukajawa, Bandar Lampung. Akibatnya, Syekh mengalami luka tusuk bagian lengan kanan. Tersangka pelakunya berhasil ditangkap polisi, atas nama Alfin Andrian.

Ada cerita menarik atas sifat sosial pada diri Syekh Ali Jaber. Ulama ini menjadi perbincangan, karena mengangkat seorang anak pemulung bernama Muhammad Ghifari Akbar yang membaca Al Quran di pinggir jalan. Foto anak ini menyebar di media sosial. Oleh Syekh Ali Jaber, Akbar kemudian dijadikan anak angkat. Niatnya menjadikan anak ini jadi seorang ahli agama.”Saya akan maksimalkan kamu sebagai Imam Besar di Indonesia,” ujarnya dalam perbincangan di TVOne, pada Jumat 7-November-2020 silam.

Di luar cerita-cerita menarik ini, tentu saja banyak cerita yang belum terungkap. Juga seperti ramainya cerita yang tersebar di media sosial, atas kebaikan dan keridaan Syekh Ali Jaber, menjadi pendamping dan pendidik umat.
Namun, siapa tahu batas usia seseorang karena itulah rahasia Illahi. Syekh Ali Jaber, kini telah mendahului kita. Kembali pada Sang Khaliq.
Penulis : Sujatmiko/dari pelbagai sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *