Sekaran Serius Garap Produk Unggulan Desa

oleh
Lapak Bumdes Sekar Madu Kec Sekaran dikegiatan Minggu Ceria (Mince) dikunjungi Bupati Lamongan, Fadeli.Foto/Totok Martono

Menggali potensi produk ungulan desa getol dilakukan Camat Sekaran, Kabupaten Lamongan Agus Hendrawan. Selain bisa menjadi aset desa diharapkan bisa menumbuhkan kegiatan ekonomi produktif masyarakat setempat.“Dari 21 Desa yang ada sudah diakomodir potensi apa saja yang bisa dikembangkan. Nantinya akan terus dibina sehingga menjadi produk unggulan desa,” katanya pada damarinfo.com, Selasa 18-2-2020.

Produk yang ada di desa yaitu jenis makan dan camilan. Sebagian besar sudah dikelola dan masuk dalam pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Untuk mengintensifkan pengelolaan dan pembinaan, produksi berskala usaha rumahan itu dipadukan dalam BUMDes Gabungan Sekar Madu Kecamatan Sekaran. “BUMDes Sekar Madu yang intens memberikan pembinaan sekaligus membantu pengembangan usaha. Di antaranya dengan mengikutsertakankan dalam kegiatan Minggu Ceria (Mince) di alon-alon Lamongan setiap hari minggu,” tambah mantan Kabag Humas dan Protokol Pemkab Lamongan ini.

Agus mengaku sudah menggandeng dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lamongan. Tujuannya untuk membantu pengembangan usaha kecil Kecamatan Sekaran.

Pengurus BUMDes Bersama Sekar Madu Edy Susilo mengatakan, sudah empat kali BUMDes Sekar Madu ikut kegiatan Mince. Tujuannya untuk memasarkan beraneka produk yang dihasilkan desa-desa di Kecamatan Sekaran. “”Responnya cukup menggembirakan dengan banyaknya pengunjung ke lapak Sekar Madu setiap minggunya. Diharapkan ini bisa mengangkat produksi Kecamatan Sekaran dikenal luas,” jelasnya.

Baca Juga :   Bupati Bojonegoro Hadiri Pembukaan KBSB di Desa Napis

Di kegiatan Mince hanya BUMDes Gabungan Sekar Madu satu-satunya yang membuka lapak memasarkan produk unggulan desa. Membuka lapak di kegiatan Mince menurutnya lahir dari pemikiran Forkompimcam Sekaran.
Berbagai produk unggulan, di antaranya teh rosella, kuliner manuk teruk, kripik gondang, kripik pare, krupuk kulit ikan tengiri dan juga jenis makanan zaman dulu (jadul). Juga berbahan baku sagu dan singkong seperti klanting, gablok, gethuk lindri dan sebagainya.

Untuk produk unggulannya sendiri ada di setiap desa dan mulai dikenal luas masyarakat yaitu Kripik Pare (Desa Keting), teh rosella (Kendal), Mie Lidi (Besur), ikan asap togek, krupuk udang dan wingko (Desa Sekaran).

Baca Juga :   Tahun Baru 2020, Polsek Sekaran Imbau Warga Tak Bakar Petasan

Untuk kian mempopulerkan produk unggulan desa Kecamatan Sekaran, dalam waktu dekat akan ditunjuk tiga desa sebagai pilot projet. Yaitu Desa Kendal, Desa Besur dan Desa Sekaran. Tiga desa itu juga memiliki aset wisata desa.
“Awal Bulan Maret di lokasi wisata tiga desa tersebut akan dibangun gerai yang menjual kuliner dan produk unggulan desa, “ ungkap Edy Susilo.
Desa Sekaran merupakan salah satu desa yang banyak produk usaha rumahan. Menurut Kades Sekaran H. Isman Afandi, usaha yang digeluti masyarakat, seperti membuat rempeyek, wingko, srintel, krupuk udang, krecek dan lainnya.
“Usaha kecil sangat membutuhkan sentuhan dari Pemkab Lamongan. Tentu agar bisa terus berkembang,” ujar kades dua periode ini.
Penulis :Totok Martono
Editor : Sujatmiko

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *