Sebanyak 200 Pedagang Pasar Kota Bojonegoro Ikuti Rapid Test

oleh
Tim gabungan dipimpin Kepala Kepolisian Resort Bojonegoro Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) M Budi Hendrawan, menggelar rapid test terhadap pedagang di Pasar Besar Kota Bojonegoro, pada Kamis dini hari, 7-Mei-2020. Foto/dok.Polres Bojonegoro

Bojonegoro – Petugas gabungan menggelar rapid test terhadap pedagang di Pasar Besar Kota Bojonegoro, pada Kamis dini hari, 7-Mei-2020. Kegiatan ini dalam rangka menangkal penyebaran virus corona atau covid-19 terutama di kawasan pasar Kota Bojonegoro.

Tim gabungan dipimpin Kepala Kepolisian Resort Bojonegoro Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) M Budi Hendrawan, Kabag Ops Polres Bojonegoro, Kompol Dani Rinawan, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Bojonegoro, Ani Pudjiningrum dan personil dari Polres Bojonegoro, Kodim 0813 Bojonegoro, Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Perhubungan. Apel pengamanan tersebut dalam rangka pengamanan Rapid Test terhadap para pedagang pasar Kota Bojonegoro.

Menurut Kapolres Bojonegoro personil gabungan ini untuk mengamankan jalannya kegiatan rapid test terhadap para pedagang pasar Kota Bojonegoro. Rapid test dilakukan oleh petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro, terhadap pedagang pasar sebanyak 200 orang. “Ada 200 pedagang yang dilakukan rapid test,” jelasnya pada Kamis 7-Mei-2020.

Rapid test ini, lanjut Kapolres, sebagai upaya pencegahan penyebaran covid-19, serta memutus rantai penyebaran. Pasar merupakan salah satu titik yang memiliki risiko penyebaran Covid-19. Sebabnya, karena banyak interaksi dan ada kerumunan massa. Maka kita lakukan pengamanan rapid test supaya berjalan aman dan lancar. Dicontohkan, pasar merupakan klaster yang rentan penyebaran virus. “Maka Dinkes melakukan rapid test terhadap para pedagang,” jelas perwira menengah dengan pangkat melati dua di pundak ini.

Baca Juga :   Kedua Kalinya Pedagang Pasar Kota Bojonegoro Ikuti Rapid Test

Kapolres Bojonegoro AKBP M Budi Hendrawan mengatakan rapid test tersebut dilakukan agar para pengunjung dapat diketahui apakah terpapar covid-19 atau tidak. Apalagi rapid test dilakukan sebagai upaya deteksi dini penyebaran virus yang awalnya dari Wuhan, Cina ini. Apalagi Bojonegoro juga sudah masuk zona merah. “Jadi rapid test ini dilakukan supaya mereka dapat dipastikan apakah positif Covid-19 atau negatif,” jelasnya.

Menurut Kapolres, pihaknya mengimbau kepada para pedagang untuk tetap mengikuti anjuran pemerintah dan protokol kesehatan. Kemudian, pola hidup bersih sehat, jaga jarak antara pedagang satu dengan pedagang lainnya, pedagang dengan pembeli, guna masker.

Baca Juga :   Pandemi Corona, Bupati Bojonegoro Lantik 24 Kades Lewat Layar Kaca
Infografis angka sebaran covid-19 di Kabupaten Bojonegoro, terhitung Rabu malam 6-5-2020.Infografis/Pemkab Bojonegoro

Sementara itu itu update sebaran covid-19 menyebutkan untuk pasien status positif terkonfirmasi (Gondang dua orang dan Kepohbaru satu orang), berdasarkan pemeriksaan klinis dan cek antibodinya sudah mengarah pada fase penyembuhan, terhitung Rabu malam 6-Mei-2020.

Sedangkan untuk data kasus positif terkonfirmasi tetap sebanyak sembilan orang di Kecamatan Gondang tiga orang, Bojonegoro dua orang, Ngraho satu orang, Purwosari satu orang, Trucuk satu orang dan Kepohbaru satu orang. Sedangkan jumlah positif terkonfirmasi kumulatif tetap sebanyak 12 orang, meliputi yang dirawat sembilan orang dan yang telah meninggal dunia sebanyak tiga orang. “Itu data perkembangan,” ujar Kepala Bagian Humas Pemerintah Bojonegoro, Masirin pada Rabu malam 6-Mei-2020.
Penulis : Rozikin
Editor : Sujatmiko
.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *