Sebanyak 14 Santri di Temboro Diisolasi di BLK Bojonegoro

oleh
Infografis sebaran covid-19 di Kabupaten Bojonegoro terhitung Senin 27-4-2020.Infografis/Humas Pemkab Bojonegoro

Sebanyak 14 Santri Temboro Diisolasi di BLK Bojonegoro

Bojonegoro – Sebanyak 14 Santri di Pondok Pesantren Temboro, Kabupaten Magetan Jawa Timur asal Kabupaten Bojonegoro diisolasi di Balai Latihan Kerja (BLK) Ngumpak Dalem di Kecamatan Dander pada Senin, 28-4-2020. Mereka dipulangkan di rumahnya setelah sejumlah santri di pondok pesantren tersebut terpapar virus corona atau Covid-19.

Para santri sebanyak 14 itu berasal dari Kecamatan Margomulyo dan Kecamatan Ngraho.
Mereka adalah para santri yang terdaftar di Pondok Pesantren Al Fatah Temboro, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan. Setelah pulang ke tempat asalnya, mereka telah diisolasi dengan difasilitasi pemerintah desa setempat.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten Bojonegoro Masirin mengatakan, sesuai data yang diterima, sebanyak 14 santri Temboro telah dilakukan isolasi di BLK mulai Senin 27-April-2020. “Kemungkinan mereka sudah diisolasi di desa dan kemudian dilanjutkan ke BLK Dander,” tandasnya pada damarinfo.com.

Baca Juga :   Pengacara Ini Ajak Warga Bojonegoro Gugat soal PI Blok Cepu

Menurut Masirin, sampai sekarang ini sudah ada 127 santri asal Temboro sudah mengikuti rapid test. Sedangkan hasilnya ada empat orang reaktif. Menggunakan istilah reaktif karena bisa saja yang bersangkutan belum tentu positif.”Ya, empat santri hasilnya reaktif setelah mengikuti rapid test,” tandasnya.

Masirin menambahkan, empat santri yang hasil rapid test reaktif, sekarang ini sudah diisolasi di rumah sakit. “Kita isolasi,” ujarnya. Namun Masirin tidak menjelaskan empat orang santri tersebut dari mana saja.

Masirin melanjutkan, jika isolasi normal dilakukan selama 14 hari, maka yang bersangkutan statusnya yaitu Orang Dalam Risiko (ODR). Dengan kondisi itu, tentu saja mereka akan terus mendapatkan pantauan. “Tentu saja terus dipantau, tandasnya Kabag Humas yang juga merangkap juru bicara Gugus tugas covid 19 Kabupaten Bojonegoro ini.

Baca Juga :   Bupati Bojonegoro: Hak Anak Tanpa Diskriminasi

Sementara terkait itu untuk mengantisipasi berkembangnya virus corona, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro akan menutup total aktivitas sejumlah pasar di Kota Bojonegoro. Seperti di Pasar Besar Kota dan Pasar Banjarejo, mulai Selasa 28-April-2020. Selain itu juga dilakukan pemberlakuan jam malam Kecamatan Kota Bojonegoro dan kecamatan sekitarnya.

Informasi soal jam malam ini telah disebarkan di sejumlah Pemerintah Kelurahan dan Pemerintah Desa di Kota Bojonegoro. Atas kondisi itulah, warga Kota Bojonegoro, bereaksi dengan menutup akses jalan dan pelaksanaan jam malam.”Kita telah mulai penutupan jalan,” ujar Yusuf, salah satu Ketua RT di Kelurahan Klangon, Kecamatan Kota Bojonegoro.
Penulis : Rozikin/Syafik
Editor : Sujatmiko

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *