Sang Kyai Pengarang Kitab dengan Metode Ilmiah Modern

oleh
oleh
(Halaqoh Ilmiah mengupas biografi dan kitab karangan KH. Moh. Sholeh, di Kampus STAI Attanwir. Jum'at 22-Juli-2022)

Bojonegoro, damarinfo.com – Gelar Halaqoh Ilmiah yang membahas biografi sosok Almarhum KH. Moh. Sholeh pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Attanwir Talun Kecamatan Sumberrejo Bojonegoro dalam rangka Haul ke 30 beliau, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Attanwir hadirkan KH. Rofiq Sahal selaku cucu dan KH. Hamim sanadi salah satu santri senior beliau. Di kampus STAI Attanwir Jum’at, 22-Juli-2022.

Ketua STAI Attanwir Moch Bakhtiar menyampaikan, acara Halaqoh Ilmiah yang di selenggarakan oleh BEM STAI Attanwir tersebut dalam rangka peringatan Haul KH. Moh. Sholeh yang ke 30 dengan tujuan mahasiswa dapat mengenal lebih jauh dan meneladani sang kiyai, yang mana beliau selalu mothola’ah, membaca kitab-kitab semasa hidupnya.

“Menurut Abah Rofiq selaku cucunya, Mbah Yai itu saat muthola’ah kitab terkadang di pinggir jendela rumah, hingga kelihatan dari luar,” ujar mantan aktifis PMII Malang ini.

Masih menurut Bakhtiar, dalam hal menulis sosok KH. Moh. Sholeh telah mengarang kitab cukup banyak dan setiap apa yang di tulis pasti ada catatan kakinya atau rujukan dari mana asal kalimat atau kata tersebut. Sehingga hal ini perlu di teladani oleh para mahasiswa, baik perilaku, ketekunan dalam belajar hingga mengkaji kitab-kitab yang sudah di tulis. dan ini adalah peran penting mahasiswa yang juga sebagai mahasantri untuk meneladani dan mempelajari serta mengamalkan di tengah-tengah masyarakat.

Baca Juga :   Subsidi Pupuk di Bojonegoro Bisa Naik, Ini Kiat DPRD

“Di jelaskan oleh Yai Hamim selaku santri dan lulusan yang paling sepuh, Mbah Yai Sholeh itu saat membaca kitab di hadapan santri tidak pernah ada jeda, jadi makna sangat menguasai,” jelas Dosen alumni Attanwir tahun 1997 ini.

Baca Juga :   PPDB di Bojonegoro Mulai Dibuka, Siswa Masih Belajar di Rumah

Presiden BEM STAI Attanwir Muchammad Khabib Sholahuddin mengatakan, acara halaqoh ilmiah ini di ikuti ratusan mahasiswa dengan tema membedah biografi Almarhum KH. Moh. Sholeh dan membedah salah satu kitab karangannya yaitu kitab Fathul Jalil yang menerangkan fadhilah dzikir dan tahlil. harapannya mahasiswa bisa mengambil hal-hal penting yang dapat di implementasikan. Selain itu, setelah mengikuti halaqoh mahasiswa bisa disiplin dalam belajar, dalam membaca dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Ini Kampus STAI Attanwir di bawah naungan Pondok Pesantren sehingga kita adalah mahasantri sehingga harus mengetahui sosok pendiri Ponpes dan meneladaninya,” tandas mahasiswa semester enam ini.

Penulis : Rozikin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *