Rumah Tua di Padangan Ditetapkan sebagai Cagar Budaya. Rumah Tua yang Mana ya?

oleh -743 Dilihat
oleh
(Sebuah Bangunan Tua di Padangan yang disebut dengan Padangan heritage. Foto : Syafik)

Bojonegoro,damarinfo.com – Padangan adalah kecamatan di Kabupaten Bojonegoro yang menjadi pembatas antara Jawa Timur dan Jawa Tengah. Di Kecamatan ini banyak terdapat bangunan tua, baik itu rumah atau gedung atau makam atau bangunan lainnya.

Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah menetapkan sebuah rumah di Padangan sebagai cagar budaya, berdasar Surat Keputusan Bupati Bojonegoro nomor 188/1/KEP412.013/2023. Rumah yang dimaksud adalah Rumah Tua eks Rumah Haji Ali Rasyad, selama ini disebut sebagai Padangan Haritage.  Rumah tersebut berada di Jalan Diponegoro nomor 40 RT 04 RW 04 Desa Padangan Kecamatan Padangan.

Padangan Haritage yang ditetapkan sebagai cagar budaya ini adalah bangunan jaman kolonial dengan arsitektur indis akhir yang menghadap ke selatan. Rumah ini terdiri dari tiga bagian yakni Bangunan Utama, Bangunan Menara dan Bangunan Servis. Bangunan utama terdiri dari delapan ruang termasuk teras depan dan teras belakang. Seluruh dinding dicat warna putih dengan hiasan motif flora (Tumbuh-tumbuhan). Bangunan Menara/Bangunan Pantau berukuran 4,4 x 4,2 meter, terdiri dari teras di lantai 1 dan teras di lantai 2. Dan bangunan servis adalah ruang terbuka berukuran 4,82 x 2,58 dan kamar mandi berikuran 2,58 x 2,58 meter.

(Sebuah Bangunan Tua di Padangan yang disebut dengan Padangan heritage. Foto : Syafik)

Dalam Surat Keputusan yang ditandatangani Bupati Anna Mu’awanah pada 2 Januari 2023 tersebut, juga dituliskan secara singkat sejarah dari Kota Padangan dan Rumah Tua tersebut.

Baca Juga :   Resensi Mbah Cholil Baureno dan Versi Baru Sejarah Indonesia

“Pada masa Kerajaan Mataram dan awal berdirinya VOC, Padangan menjadi wilayah yang sangat penting. Saat itu, Padangan pernah menjadi Ibukota Kadipaten Jipang dengan Mas Tumapel sebagai Bupati dan merangkap wedana bupati Mancanegara Wetan. Penetapan Padangan sebagai Ibukota Kadipaten Jipang disebabkan adanya perjanjian antara Sunan Amangkurat kepada VOC. Oleh karena itu, VOC melayangkan tuntutan untuk memindahkan Ibukota Kadipaten Jipang berada di seberang Bengawan Solo (Subagtio, 2020). Oleh karena letak Padangan yang berada di sekitar aliran Bengawan Solo, wilayah ini juga akhirnya berkembang sebagai pusat perdagangan pada saat itu. Terdapat dermaga yang saat itu menjadi tempat pemberhentian dan aktivitas kapal-kapal dagang.

Dengan adanya wilayah perdagangan menyebabkan banyak pedagang dari Eropa dan Cina yang datang ke daerah ini. Pada sisi barat Padangan juga terdapat distrik Plunturan yang memiliki sumur minyak sehingga juga banyak ditempati oleh orang-orang Eropa dan Cina (De Locomotief, 1898). Ada banyak perusahaan di Regentschap Bodjonegoro, khususnya di daerah Padangan pada tahun 1941. Di bidang pertanian, ada “Perusahaan Beras Mentah Tjepoe”. Di bidang percetakan dan penjilidan buku, ada “Rumah Percetakan Padangan”. Namun perusahaan paling banyak ada di bidang tekstil, khususnya pabrik tenun seperti: “Balai Kambang”, “Djwa Sien Hwa”, “gunung Mas”, dan “Gunung Ringgit” (Centraal Kantoor voor de Statistiek, 1941).

Latar belakang historis Kecamatan Padangan ini membuat wilayah ini memiliki cukup banyak bangunan kolonial, termasuk diantaranya Padangan Heritage. Sebuah bangunan kolonial yang berhasil diselamatkan dan dikelola oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro sebagai Local History and Museum. Menurut informasi dari ahli waris ketiga, Padangan Heritage merupakan bekas rumah tinggal seorang pengusaha tembakau lokal bernama H. Ali Rasyad, yang dibangun pada tahun 1911 (Fachrudin, 2022). Selain digunakan sebagai tempat tinggal, rumah ini juga memiliki ruang penyimpanan tembakau di loteng bangunan utama, dan menara pantau yang digunakan untuk memantau pengiriman tembakau dari Bengawan Solo.

Penulis : Syafik

Baca Juga :   Mentjari Bodjonegoro Radjekwesi Merdeka di Bawah Bupati Sosrodilogo Tahun 1827

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *