Ribut soal Rapat Perubahan Anggaran di DPRD Bojonegoro

oleh
Anggota DPRD Bojonegoro Ahmad Supriyanto.Foto/Rozikin

Bojonegoro, damarinfo.com – Rapat anggaran perubahan APBD 2021 antara Badan anggaran DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) sempat terjadi perdebatan panjang. Ada berbagai alasan yang menyebabkan rapat anggaran perubahan APBD 2021 belum terselesaikan.

Menurut anggota Badan Anggaran DPRD Bojonegoro Ahmad Supriyanto, seperti halnya aspirasi masyarakat lewat hasil reses anggota dewan. di masa sidang satu dimana banyak yang belum terealisasi. Selanjutnya di reses masa sidang dua juga tidak terakomodir di dokumen KUA PPAS Perubahan APBD 2021. “Jika reses masa sidang dua itu aspirasi masyarakat diakomodir dimana. Sementara di dokumen rencana  P-APBD 2021 tidak ada,” ujarnya.

Baca Juga :   Proyek Belum Jalan, Serapan Anggaran Belanja Bojonegoro Rendah

Ahmad Supriyanto melanjutkan, di dalam dokumen APBD 2021 sudah mengakomodir aspirasi masyarakat dan aspirasinya lewat anggota DPRD dengan instrumen reses serta sesuai regulasi. Sedangkan reses masa sidang satu itu diakomodasi melalui APBD induk. “Meskipun banyak yang belum terealisasi, khususnya yang berbentuk hibah Bansos dan hibah kepada lembaga,” tandasnya.

Untuk itu lanjut Supriyanto, dirinya meminta pendapat dari bagian hukum dan Inspektorat untuk memberikan logika hukum kepada  Badan Anggaran DPRD, Agar dalam penyusunan P-APBD ke depan sesuai konstitusi.

Baca Juga :   Surat Redaksi Bojonegoro sedang “tidak baik-baik saja”

Kepala Inspektorat Teguh Prihandono menyampaikan jika usulan baru bisa dimasukkan. Yaitu di pembahasan KUA PPAS. “Iya bisa, dan ruangnya di pembahasan KUA PPAS ini,” pungkasnya.

Penulis  : Rozikin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *