Puluhan Hektare Sawah di Lamongan Terendam Banjir

oleh
Mirip Sungai. Sawah di sejumlah desa di Kecamatan Sekaran, Lamongan terendam bannjir. Petani merugi akibat benih padi yang disebar terendam banjir.Foto/Totok/Lamongan

Puluhan hektare lahan pertanian di Kabupaten Lamongan terendam banjir. Petani harus menelan kerugian jutaan rupiah karena sudah terlanjur menabur benih padi di sawah.

Lahan pertanian yang tergenang banjir di antaranya di Kecamatan Babat, Maduran, Sekaran dan beberapa wilayah lainnya. Di kecamatan Babat sawah yang terendam air di antaranya di Desa Moropelang, Patihan, Sumurgenuk dan Datinawong. Di area sawah terlihat ‘lautan air’ sejauh mata memandang. “Sudah terlanjur menanam benih padi tapi terendam banjir,”kata Wito petani asal Desa Sumurgenuk, Kecamatan Babat.

Baca Juga :   Pandemi Covid-19, Perceraian di Bojonegoro Meningkat Seratus Persen

Karena teredam hujan dirinya terpaksa harus kembali mengulang menabur benih menunggu surutnya air di sawah. Akibat tergenang air hujan, Wito dan beberapa petani lainnya mengaku harus menelan kerugian ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

Sementara di Desa Besur, Kecamatan Sekaran, selain menelan kerugian akibat sawah terendam banjir usai menabur benih, sebagian petani juga memastikan akan mengalami kemuduruan musim tanam.
“Seharusnya sudah seminggu lalu mulai tanam tapi karena tergenang air hujan, dipastikan musim tanam akan mundur, “ kata Kades Besur Abdul Haris Suhut. Saat ini menurutnya belum ada aktifitas menanam padi di didesanya karena sebagian besar sawah terendam banjir.

Baca Juga :   Dampak Corona, Pasar dan SPBU di Lamongan Sepi

Hal yang sama terjadi di Desa Kebalankulon, Kecamatan Sekaran. Kades Kebalan Kulon Sumardi Hanif mengatakan warga yang memulai tanam padi harus kembali mengulang karena terendam genangan air hujan. “Curah hujannya cukup tinggi sehingga banyak sawah terendam banjir,” ucap Kades dua periode ini.
Penulis :Totok Martono
Editor : Sujatmiko

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *