Program Padat Karya Bandara Ngloram Libatkan 55 Tenaga Kerja Lokal

oleh
Sejumlah pekerja padat karya yang merupakan warga dari beberapa desa di sekitar Bandara Ngloram berdialog dengan pejabat Kementerian Perhubungan. Foto/Ais

Blora- Sebanyak 55 orang warga dari sejumlah desa di kawasan Bandar Udara (Bandara) Ngloram, Kecamatan Cepu, Blora, dilibatkan dalam program padat karya Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan. Mereka dipekerjakan dalam sejumlah proyek konstruksi pembangunan bandara.

Di antaranya, pekerjaan drainase sebanyak 40 orang, pekerjaan perpanjangan landasan pacu (runway) 10 orang, pekerjaan rekonstruksi appron 10 orang dan pekerjaan pagar bandara sebanyak 15 orang. ‘’Program padat karya ini merupakan salah satu bentuk kepedulian kepada masyarakat sekitar bandara untuk segera memulihkan perekonomian di masa pandemi Covid-19 serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Blora,’’ ujar Kepala Otoritas Bandara Wilayah III Djuanda Surabaya Fadrinsyah Anwar membacakan sambutan dirjen perhubungan udara dalam pembukaan program padat karya yang dihadiri sejumlah kepala desa di kawasan Bandara Ngloram, Rabu 26-8-2020.

Menurutnya, program padat karya dilaksanakan di 29 Provinsi serta 149 desa dan kabupaten di Indonesia. Salah satunya di Bandara Ngloram di Kabupaten Blora. Dalam program nasional bertemakan “Peran Serta Ditjen Perhubungan Udara Dalam Rangka Peningkatan Perekonomian Masyarakat Melalui Kegiatan Padat Karya” itu diharapkan bisa menyerap 4.000 tenaga kerja di seluruh Indonesia. ‘’Total anggaran yang digunakan mencapai Rp 19,5 miliar,’’ tandas Fadrinsyah Anwar.

Kepala Kantor UPBU Kelas III Dewadaru-Karimunjawa Ariadi Widiawan selaku penanggung jawab pembangunan Bandara Ngloram menambahkan, program padat karya sebelum dilelang telah direncanakan melibatkan mayoritas tenaga kerja lokal atau mencapai sekitar 70 persen. “Wujud nyata kepedulian kami dengan melaksanakan program padat karya serentak di 12 lokasi bandar udara di Indonesia. Salah satunya di Bandara Ngloram Blora dan Bandara Dewandaru Jepara,’’ ungkap Ariadi.

Baca Juga :   Bupati Bojonegoro Proyeksikan Wisata Lokal Berbasis Kerakyatan

Bupati Blora Djoko Nugroho yang diwakili oleh Kepala Dinas Perumahan Permukiman dan Perhubungan (Dinrumkimhub) Pratikto Nugroho menyatakan, melalui program padat karya ini diharapkan bisa menyerap tenaga kerja lokal yang ada di sekitar kawasan Bandara Ngloram.

Baca Juga :   Pandemi Corona, Pembangunan Bandara Ngloram Tetap Lanjut

Menurut Pratikto, bupati ingin agar mimpi masyarakat Blora terhadap beroperasinya Bandara Ngloram bisa segera terwujud. ‘’Kami sampaikan banyak terima kasih. Semoga kegiatan ini memotivasi masyarakat untuk merasa ikut memiliki Bandara Ngloram. Tentunya ini sebagai salah satu potensi kebanggaan masyarakat Blora,’’ ujarnya.

Anggota Komisi V DPR RI Sudjadi yang hadir secara daring mengapresiasi program padat karya Ditjen Perhubungan Udara ini. Disebutkan, program padat karya sudah biasa dilakukan. Seperti pemeliharaan bandara dengan klasifikasi yang tidak memerlukan kompetensi khusus. ‘’Semoga program pembinaan masyarakat ini bisa bermanfaat. Dan Bandara Ngloram dapat beroperasi tahun ini juga,’’ harapnya.
Penulis : Ais

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *