Positif Covid-19 di Bojonegoro Tembus Angka 91 Kasus

oleh
Infografis sebaran kasus covid-19 di Kabupaten Bojonegoro terhitung Senin 15-6-2020./Dok.Humas Pemkab Bojonegoro

Bojonegoro-Jumlah terpapar positif virus corona atau covid-19 di Kabupaten Bojonegoro terakumulasi tembus di angka 91 kasus, terhitung Senin 15-Juni-2020. Jumlah tersebut perlu diwaspadai di tengah persiapan New Normal yang digaungkan di daerah-daerah.

Dari jumlah terakumulasi 91 kasus itu, terdapat rincian. Yaitu ada penambahan baru sebanyak tujuh orang dimana enam di antaranya berasal dari Kecamatan Bojonegoro (tiga orang dari Orang Dalam Pemantauan (ODP), satu orang dari Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan dua orang kasus baru). Kemudian satu orang di Kecamatan Dander berasal dari PDP.

Meski demikian, dari status positif itu, terkonfirmasi dua orang dinyatakan sembuh. Mereka berasal dari Kecamatan Kota dan Kecamatan Gondang. Sedangkan status positif terkonfirmasi pada sebanyak 63 orang, meninggal dunia 12 orang dan sembuh 1 orang atau terakumulasi 91 orang.

Menurut Kepala Bagian Humas mereka berstatus positif dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sosodoro Djatikusumo Bojonegoro. “Ya, yang berstatus positif semuanya dirawat di RSUD Bojonegoro, ujarnya dalam releasenya lewat group Humas Pemkab Bojonegoro, Senin 15-Juni-2020.

Baca Juga :   Polres Bojonegoro Data Pilkades Rawan Konflik

Sementara itu untuk status PDP ada penambahan baru sebanyak satu orang dari Kecamatan Balen. Sehingga status PDP tetap sebanyak satu orang pada Senin 15-Juni-2020. Untuk status PDP kumulatif sebanyak 24 orang, dalam pengawasan satu orang, selesai dalam pengawasan 13 orang dan meninggal dunia 10 orang.
.
Untuk status ODP ada penambahan baru sebanyak satu orang di Kecamatan Sumberejo. Sedangkan yang selesai dalam pemantauan sebanyak 3 orang, di Kecamatan Dander satu orang, Ngasem satu orang dan Trucuk satu orang. Sehingga jumlah ODP adalah sebanyak 11 orang, terhitung Senin 15-Juni-2020. ODP keseluruhan secara kumulatif sebanyak 255 orang, meliputi dipantau 11 orang, selesai pemantauan 242 orang dan meninggal dunia dua orang.
.
Sedangkan untuk status Orang Dengan Risiko (ODR) sebanyak 42.563 orang dan Orang Tanpa Gejala (OTG) sebanyak 352 orang.

Baca Juga :   Soal Penolakan Biaya Kunker untuk Bantu Corona, Sekda Bojonegoro: Dinkes Sudah Ada Anggarannya

Penulis : Syafik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *