Polisi Buru Perampok Toko Emas di Blora

oleh
Aparat Kepolisian Polres Blora melakukan patroli di sejumlah toko emas di Kabupaten Blora, Selasa 28-7-2020. Tak hanya wilayah kota, patroli juga digelar di pertokoan di kecamatan.Foto/Ais

Blora- Kasus perampokan toko emas Tony Mustika yang terjadi Sabtu 25-7-2020, hingga kini masih belum terungkap. Tim satuan reserse kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor (polres) Blora masih melakukan penyelidikan. ‘’Kami minta doa dan dukungannya dari masyarakat sekaligus informasi agar kami segera bisa menangkap pelakunya,’’ ujar Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Blora Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Ferry Irawan, Selasa 28-7-2020.

Berdasarkan rekaman CCTV, perampokan yang terjadi Sabtu pukul 7.49 Wib itu dilakukan dua orang pria muda. Dengan masih mengenakan helm, kedua pelaku mengancam pelayan toko emas di Jalam Mr Iskandar itu menggunakan benda mirip senjata api dan celurit.

Dalam melakukan aksinya sekitar 30 detik, kedua perampok memecahkan kaca etalase dan membawa kabur sejumlah perhiasan emas. Mereka berlalu meninggalkan toko emas dengan berboncengan menaiki sepeda motor Honda Beat warna merah ke arah utara atau Alun-Alun Kota Blora.

Tak ingin kejadian serupa terulang lagi, seluruh jajaran Kepolisian Resor Blora kini menggiatkan patroli rutin di sejumlah toko emas yang berada di wilayah Kabupaten Blora.

Baca Juga :   Pemuda di Blora Pingsan Usai Mengikuti Vaksinasi Covid-19

Kapolres AKBP Ferry Irawan mengatakan, patroli dilakukan untuk memberikan rasa aman terhadap para pedagang maupun pembeli di toko emas ketika bertransaksi. Patroli dilakukan dengan mendatangi sejumlah toko emas serta memberikan pesan kamtibmas ke pemilik toko. ‘’Ini patroli rutin setiap hari kami lakukan. Sasaran kami kali ini toko emas. Sebab, lokasi ini sangat rawan terjadi tindak pidana jika tidak ada pengawasan dari polisi,’’ tandasnya.

Baca Juga :   Perempuan Disabilitas Blora Dapat Pesanan 1.700 Face Shield

Kepada penjual emas, petugas memberikan imbauan agar memasang teralis besi baik di atas etalase maupun di dalam almari tempat penyimpanan salah satu jenis logam mulia ini. Sehingga jika terjadi tindak kejahatan dan dipecah oleh penjahat tidak langsung dengan mudah mengambil emas. ‘’Petugas memberikan imbauan kamtibmas untuk memasang teralis besi, CCTV dan alarm tanda bahaya untuk antisipasi tindak kejahatan,’’ kata Kapolres.

Selain itu juga berpesan agar pedagang tidak membeli emas dari hasil kejahatan, mewaspadai adanya emas palsu dan peredaran uang palsu. ‘’Kami ingatkan kepada pemilik toko, agar tidak membeli emas hasil kejahatan. Sekiranya ada orang-orang yang mencurigakan menjual emas, langsung laporkan ke kami,’’ ujar Kapolres Ferry Irawan.
Penulis : Ais

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *