Polisi Banyuwangi Tangkap Pelaku Penggelapan Motor di 14 TKP

oleh
Kepala Polres Banyuwangi Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin saat jumpa pers bersama dengan Mul alias Made, 40, tahun residivis yang beraksi di 14 tempat kejadian perkara (TKP) diringkus Tim Resmob Satreskrim Polresta Banyuwangi.Foto/dok.CICNews

Mul alias Made, 40, tahun residivis yang beraksi di 14 tempat kejadian perkara (TKP) diringkus Tim Resmob Satreskrim Polresta Banyuwangi.

Kepala Polres Banyuwangi Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin mengatakan tertangkapnya pelaku berawal dari laporan dari salah satu pelapor yang menjadi korban penggelapan, Supomo. “Dari laporan ini kita lakukan penyelidikan mendalam dan berhasil menangkap pelaku,” kata Kombes Pol Arman Asmara, Rabu 26-Agustus-2020.

Dari hasil pemeriksaan, pria berbadan kekar dan bertato itu kerap melakukan aksi penggelapan motor. Modusnya berpura-pura menjadi pembeli. Dari aksinya itu, lanjutnya, Made telah beraksi di 14 TKP yang berbeda.

Pelaku, sebelum melancarkan aksinya berselancar di situs jual beli motor online. Setelah menemukan target incarannya, pelaku melakukan penawaran.

Baca Juga :   Rektor IAIN Jogja Asal Bojonegoro; Dulu Angon Wedus Sekarang di Kampus

Setelah terjadi kesepakatan harga, tersangka membuat janji dengan calon korban untuk bertransaksi secara cash on delivery (COD).

Saat bertemu itu, lanjutnya, Made meminta korban untuk menunjukkan STNK dan BPKB motor. Setelah surat kendaraan terbukti lengkap, tersangka lalu memulai melancarkan tipu muslihatnya. “Setelah surat kendaraan dipegang tersangka, pelaku berpura-pura ingin mengecek kondisi motor, test drive. Korban yang tidak menaruh rasa curiga mempersilahkan tersangka menjajal sepeda motornya dan dibawa kabur,” ujar dia.

Baca Juga :   Mutasi Sejumlah Pejabat di Polres Bojonegoro

Selain mengamankan tersangka, polisi mengamankan barang bukti satu unit Honda CB 150 Verza CW lengkap beserta STNK dan BPKB. “Jadi motor tersebut sudah dijual oleh tersangka seharga Rp 17 juta. Karena memang STNK dan BPKB nya lengkap,” kata Arman.

Dari catatan polisi, tersangka merupakan seorang residivis dengan serupa. Pelaku kini dijerat Pasal 378 atau 372 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.
Penulis : Syafik/sumber CICNews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *