Pertama Masuk Survei BPS, Inflasi Bojonegoro Tertinggi di Jawa Timur

oleh
oleh
(Tangkapan layar rilis Inflasi Kabupaten Bojonegoro oleh Kepala BPS Kabupaten Bojonegoro. Kanal youtube @BPS Kabupaten Bojonegoro. 2-2-2023)

Bojonegoro, damarinfo.com – Pada tahun 2024 ini pertama kalinya Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bojonegoro melakukan rilis inflasi di Kabupaten Bojonegoro. Hasilnya pada tahun 2024 Inflasi tahun ke tahun di kabupaten Bojonegoro tertinggi di Jawa Timur, yakni 4,58 persen.

Sebelum masuk dalam survei BPS Pemkab Bojonegoro melakukan perhitungan inflasi mandiri  melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Dari data di laman Satu Data Bojonegoro (https://data.bojonegorokab.go.id) disebutkan bahwa inflasi di Kabupaten Bojonegoro selalu lebih rendah dari Inflasi tingkat Provinsi maupun Tingkat nasional. Tahun 2023 disebutkan inflasi Kabupaten Bojonegoro adalah 3,06 persen, tahun 2022 lebih rendah yakni 1,97 persen dan tahun 2021 sebesar 1,44 persen.

“rilis inflasi di Kabupaten Bojonegoro saat ini adalah untuk yang pertama kali” Kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bojonegoro Kiki Ferdiana melaui siaran resmi di kanal youtube BPS Kabupaten Bojonegoro yang diunggah pada  1-Februari-2024.

Lanjut Kiki-panggilannya- sebelumnya sudah dilakukan survei biaya hidup yang dilaksanakan pada tahun 2022 sebagai survei untuk mendapatkan diagram timbang untuk penghitungan inflasi tahun 2024 ini dan di tahun 2023 juga sudah dilaksanakan survei harga sehingga bisa menyajikan angka inflasi mulai tahun 2024 untuk diketahui bahwa di Jawa Timur itu terdapat 11 Kota IHK di mana sebelum tahun 2024 itu ada delapan  kabupaten Kota IHK dan pada tahun 2024 ini ada tambahan tiga Kabupaten/Kota IHK termasuk Bojonegoro.

Baca Juga :   Bupati Bojonegoro Klaim Pembangunan Infrastruktur Mampu Kendalikan Inflasi

“untuk inflasi month to month atau inflasi Januari 2024 terhadap Desember 2023 itu sebesar 0,14%. sementara inflasi year on Year atau Januari 2024 terhadap Januari 2023 itu sebesar 4,58%.” Ujar Kiki

Baca Juga :   Bupati Bojonegoro Klaim Pembangunan Infrastruktur Mampu Kendalikan Inflasi

Kiki menambahkan dari 11 kelompok pengeluaran itu ada 10 kelompok pengeluaran mengalami inflasi dan ada satu kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi. Kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi terbesar itu ada pada kelompok pengeluaran makanan minuman dan tembakau yaitu sebesar 9,97% dengan andil inflasi 3,42. Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi itu ada kelompok pengeluaran informasi komunikasi dan jasa keuangan itu sebesar 0,4% dengan andil deflasi 0,02.

“Semoga informasi ini bisa memberikan Insight kepada pemerintah Kabupaten Bojonegoro untuk menentukan kebijakan dan program-program yang lebih tajam untuk melakukan pengendalian harga sehingga akan dinikmati oleh masyarakat Bojonegoro” Pungkas Kiki dalam paparannya.

Penulis : Syafik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *