Persibo “The Giant Killer” Is Back

oleh -
oleh
(Supporter Persibo Bojonegoro, Stadion Letjen H. Soedirman Bojonegoro, Selasa 5-Desember-2023. Foto : Syafik)

Damarinfo.com – Suara supporter Persatuan Sepakbola Indonesia Bojonegoro (Persibo) bergemuruh di Stadion Letjend H. Sudirman Bojonegoro. Sisi tribun sebelah utara dipenuhi Supporter Persibo yang menamakan dirinya Curva Nord, di sisi tengah di bawah papan skor ada Boro Madrim.

Mereka menyanyikan lagu-lagu kebanggaan untuk Persibo. Gerakan tubuh yang seragam semakin membuat suasana stadion semakin semarak. Kibaran bendera, dentuman nada dari drum mengiringi lagu dan gerakan para pecinta Persibo semakin memeriahkan stadion.

Bak curahan rindu pada yang tercinta, semua ditumpahkan pada setiap gelaran pertandingan Persibo melawan lawan-lawannya dalam putaran pertama liga 3 tahun 2023 ini.

Persibo memang pernah Berjaya di kancah liga sepak bola nasional, pada musim 2003/04 setelah sukses tampil sebagai juara Divisi Dua Liga Indonesia, Tim yang beridri pada 12 Maret 1949 ini pun  promosi ke Divisi Satu Liga Indonesia. Tidak hanya itu, pada musim 2007/08, tim ini tampil sebagai juara Divisi 1 dan promosi ke Divisi Utama.

Baca Juga :   Manajemen Daftarkan Persibo di Liga 3 PSSI 2021

Pada musim pertamanya berada di kasta kedua sepak bola nasional ini, tim berjuluk Laskar Angling Dharma membuat kejutan besar di ajang turnamen Copa Indonesia, setelah mereka menumbangkan tiga tim dari kasta tertinggi Indonesia yakni, Arema Indonesia, Persik Kediri, dan Pelita Jaya untuk melaju ke babak delapan besar turnamen bergengsi yang mempertemukan tiga tim dari divisi berbeda. Sekaligus membuat publik sepak bola nasional tersentak dan mulai memperhitungkan mereka, sehingga dijuluki “The Giant Killer” oleh media.

Baca Juga :   Lek Bud, Boromania Dibalik Logo Persibo Bojonegoro. Siapa Dia?

Persibo juga berhasil menjuarai Liga Joss Indonesia 2009-2010 setelah pada pertandingan final mengalahkan Deltras FC, sehingga berhasil lolos ke Liga Super Indonesia tahun 2011 bersama Deltras FC sebagai runner-up dan Semen Padang FC yang menjadi juara ketiga.

Setelah memainkan beberapa laga di LSI, tepatnya pada akhir Desember 2010 Persibo memutuskan untuk menyeberang ke Liga Primer Indonesia yang saat itu merupakan breakaway league sehingga mendapatkan sanksi yang membuat Persibo Bojonegoro dilarang berpartisipasi dalam setiap kegiatan PSSI.

Namun status keanggotaan Persibo Bojonegoro diputihkan bersama Persema Malang, Persebaya Surabaya dan PSM Makassar oleh Komite Eksekutif (Exco) PSSI dalam rapat ketiga Exco pada senin, 15 Agustus 2011 di Kantor PSSI Senayan Jakarta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *