Pengurus RT/RW Kini Aktif di Penanganan Covid-19

oleh

Bojonegoro – Pemerintah Republik Indonesia merubah startegi pencegahan penularan covid-19 dari makro menjadi mikro. Melalui Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 3 tahun 2021 Pemerintah memberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro dan Pembentukan Posko Penangan Corona Virus Disease 2019 di tingkat Kelurahan/Desa untuk pengendalian penyebaran corona virus disease (Covid 2019).

Pemerintah Provinsi Jawa Timur pun menindaklanjuti instruksi tersebut melalui Keputusan Gubernur Jawa Timur nomor 188/59/KPTS/013/2021.

Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Pemkab Bojonegoro Masirin menyampaikan, Bupati Bojonegoro Anna Muawanah bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) lain, mengikuti video conference dengan Gubernur Jawa Timur Senin malam 8-2-2021. “Kita akan menindaklanjuti dengan melaksanakan rapat terlebih dahulu,” kata Masirin.

Dalam Keputusanya Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memutuskan untuk melaksanakan PPKM Mikro sampai ke tingkat RT/RW, untuk seluruh Kabupaten/Kota di Jawa Timur.

Baca Juga :   Vaksin Covid-19 Datang Lagi di Bojonegoro

Berikutnya terkait zonasi dipersempit hingga ke tingkat RT. Dengan rincian Zona Hijau jika tidak ada kasus covid-19. Zona Kuning jika ada satu hingga lima rumah terkonfirmasi covid-19 selama tujuh hari terakhir. Zona Orange jika terdapat enam sampai sepuluh terkonfirmasi positif covid-19 dalam tujuh hari terakhir. Terakhir zona merah jika terdapat lebih dari sepuluh rumah terkonfirmasi covid-19.

Pembagian zona ini berimplikasi pada skenario tindakan yang harus dilaksanakan mulai RT/RW, Kepala Desa, Linmas, Babinsa, Babinkabtibmas dan stake holder lain yang berada di desa masing-masing.

Baca Juga :   Warga Positif Covif-19 di Bojonegoro Jadi Tiga Orang

Untuk RT dengan zona merah misalnya yang harus dilaksanakan adalah :
1. Menemukan kasus suspek dan pelacakan kontak erat
2. Melaksanakan Isolasi Mandiri/Terpusat dengan pengawasan ketat
3. Menutup Rumah Ibadah, Tempat Bermain Anak dan Tempat umum lainya kecuali sektor esensial
4. Melarang kerumunan lebih dari tiga orang
5. Membatasi keluar masuk wilayah RT maksimal pukul 20.00 WIB
6. Meniadakan kegiatan sosial masyarakat di lingkungan RT yang menimbulkan kerumunan dan berpotensi menimbulkan penyebaran.
Dan Keputusan ini berlaku mulai tanggal 9 – 23 Februari 2021.
Penulis : Syafik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *