Pengembangan UMKM, Warga Ngampel Belajar Membatik

oleh
oleh
(Pelatihan Membatik yang digelar Pertamina Aset IV, Hotel Aston, Sabtu 27-11-2021. Foto : Rozikin)

Bojonegoro, damarinfo.com – Keberadaan Pertamina EP Sukowati Field selalu memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar operasi melalui Program Pengembangan Masyarakat (PPM)

Setelah beberapa lalu menggelar workshop bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dari Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, kini operator Lapangan Sukowati tersebut menggelar workshop dan pelatihan batik di Hotel Aston, Sabtu 27-November-2021.

Acara yang diikuti oleh 20 pelaku UMKM batik warga Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, dihadiri oleh Kepala Desa Sambiroto, Gunawan, Camat Kapas, Mahfud, Perwakilan Dinas Perdagangan Bojonegoro, Sulistyowati, dan Pertamina EP Asset 4, Achmad Setiadi.

Senior Officer Relations & CID Pertamina EP Cepu Zona 11. Ahmad Setiyadi, mengatakan, workshop dan pelatihan batik ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas ibu-ibu rumah tangga pengrajin batik yang sudah lama tidak aktif dalam kegiatan membatik akibat Pandemi.

Baca Juga :   Syawalan Ala Lestari Muda Bersama Pertamina dan Kelompok Binaan

“Pertamina akan memberikan pelatihan sekaligus pendampingan sampai mereka mandiri dan mendapatkan exit strategi,”ujarnya disela-sela acara.

“Ada rangkaian kegiatan yang akan mendukung kegiatan warga Sambiroto, seperti akses permodalan, peralatan, dan studi banding,”tukasnya.

Setiadi mengaku, keberhasilan sebuah kelompok ini selain keseriusan dalam mengelola juga bagaimana agar mereka bisa terorganisir dengan baik dan benar.

“Sehingga kedepan bisa re-organisasi dan turun temurun ke anak-cucu. Jadi, jangan sampai ditinggalkan ilmu yang didapat,” tukasnya.

Camat Kapas, Mahfud, mengapresiasi kegiatan workshop dan pelatihan membatik ini dari Pertamina EP Sukowati Field yang bermanfaat dan diharapkan bisa berkesinambungan.

Baca Juga :   Komisi A Batal ke Desa Kaliombo Purwosari Bojonegoro

“Jadi, tidak berhenti disini saja,”tegasnya.

Sementara Kades Sambiroto, Gunawan Wibisono, mengaku jika kerajinan batik di wilayahnya sudah lama ada yaitu sejak tahun 2011. Namun, akibat Pandemi mereka tidak lagi berproduksi.

“Dengan adanya kegiatan ini, bisa membangkitkan semangat warga dan meningkatkan perekonomian Desa Sambiroto,”tegasnya.

Terpisah, Seksi Promosi Dinas Perdagangan, Sulistyowati, mengatakan, jika potensi batik di Bojonegoro sangat besar. Sehinga, butuh upaya semua pihak untuk membangkitkan perekonomian warga melalui batik.

“Pemkab Bojonegoro juga hadir untuk pelaku UMKM, baik itu pelatihan, pendampingan, hingga pemasaran,”pungkasnya.

Penulis: Rozikin

Editor : Sujatmiko

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *