Pasien Covid-19 di Blora Kabur dari Ruang Isolasi

oleh
Kamera intai tersembunyi (CCTV) dipasang di ruang isolasi klinik Padma Blora untuk memantau pasien yang menjalani perawatan Covid-19.Foto/Ais

Blora- Seorang pasien penyakit virus corona (covid-19) kabur dari ruang isolasi di klinik Padma Blora, Kamis pagi 4-Juni-2020. Pasien dari klaster Temboro itu diduga tak sabar menunggu kabar kesembuhan dari hasil test swab.

Tim gugus tugas percepatan penangangan covid-19 Kabupaten Blora dibantu aparat Polres Blora hingga kini masih melakukan pencarian pasien berusia belasan tahun tersebut. ‘’Memang benar pagi tadi setelah dilakukan pengecekan ternyata ada satu pasien yang keluar dari klinik tanpa sepengetahuan penjaga. Tim kami masih melakukan pencarian pasien tersebut,’’ ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Blora Lilik Hernanto, Kamis 4-6-2020.

Baca Juga :   Kasus Kematian Covid-19 di Bojonegoro Capai 21 Orang

Kuat dugaan pasien itu pulang ke rumahnya di salah satu desa di Kecamatan Kunduran karena kangen orang tuanya. Menurut Lilik Hernanto bisa jadi pasien tersebut jenuh di tempat isolasi sehingga dia memilih keluar ruang isolasi. Untuk proses menuju kesembuhan dari penyakit virus corona itu relatif lama. Bahkan ada yang sampai lima kali test swab hasilnya masih positif atau belum sembuh. “Yang dibutuhkan tentu kesabaran dari pasien,’’ tandas pria yang juga merangkap Sekretaris Dinas Kesehatan Blora ini.

Meski proses kesembuhan relatif lama, kata Lilik, penyakit virus corona bisa disembuhkan. Dia mengungkapkan, dari 30 kasus pasien positif corona di Blora, lima orang di antaranya dinyatakan sembuh. Dari lima orang itu, dua di antaranya dari klaster Temboro. Ini bukti bahwa penyakit virus corona bisa disembuhkan. “Apalagi, pasien dari klaster Temboro rata-rata masih berusia muda dan tak ada penyakit penyerta,’’ tegasnya.

Baca Juga :   Bupati Blora Minta Wartawan Siap Divaksin

Terhadap pasien yang kabur dari klinik Padma, Lilik Hernanto menyatakan masih terus melakukan pencarian. Jika sudah ditemukan, pasien tersebut akan dibawa kembali ke klinik Padma. ‘’Namun jika memilih isolasi mandiri di rumahnya, tentu diperlukan kedisiplinan dalam pengawasan terutama dari pihak keluarga,’’ ujarnya.
Penulis : Ais

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *