Pasar Tradisional di Blora Tetap Buka

oleh
Pasar Rakyat Blora Sido Makmur tetap buka seperti biasa, Selasa 24-3-2020.Foto/Ais

 

Blora- Seluruh pasar tradisional di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, tetap buka seperti biasa. Meski demikian pengunjungnya tak seperti biasa, dimana mengalami penurunan drastis sejak muncul pandemi virus corona.

Soal pasar, Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil Menengah (Dindagkop UKM) Kabupaten Blora telah mengeluarkan surat edaran tentang masih tetap beroperasinya pasar tradisional. Surat edaran itu seakan menjawab kabar hoaks adanya pasar yang tutup seiring pandemi virus corona.

Kepala Dindagkop UKM Blora Sarmidi melalui Kepala Bidang Pasar Daerah Warso mengemukakan, pihaknya telah menerbitkan Surat Edaran (SE) nomor 511/951 tanggal 19 Maret 2020 perihal pasar tradisional tetap beroperasi. SE itu ditujukan kepada Kepala UPTD Pasar Daerah Wilayah I, II dan III.

Menurutnya, hal itu sebagai tindak lanjut isu atau kabar yang beredar di masyarakat mengenai ditutupnya sementara pasar tradisional yang berada di Kabupaten Blora terkait masa inkubasi 14 hari pencegahan penyebaran virus korona (Covid-19). “Kami Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil Menengah bertindak atas nama Pemerintah Kabupaten Blora menegaskan bahwa sampai saat ini semua pasar-pasar tradisional tetap beroperasi,” ujarnya Selasa 24-3-2020.

Baca Juga :   Sebanyak 575 Pekerja di PEPC Ikuti Rapid Test

Pihaknya mengimbau pedagang pasar dan masyarakat tetap mewaspadai virus korona. Di antaranya dengan meminimalisir kontak fisik dengan orang lain dalam bertranssaksi. “Jaga kebersihan dengan cuci tangan sesering mungkin pakai sabun antiseptik yang telah disediakan di sejumlah lokasi pasar,” tandasnya. Dia berharap masyarakat jangan lama-lama ke luar rumah, mengurangi aktivitas di luar rumah, jaga kesehatan dengan istirahat cukup dan makan yang bergizi.

Baca Juga :   Dua Rumah di Desa Jampet Ludes Terbakar

Selain itu, lanjut Warso, para pedagang pasar diimbau segera memeriksakan diri ke petugas kesehatan terdekat jika merasakan sakit seperti demam, flu, batuk, suhu tubuh tinggi dan lainnya. Selain itu dilakukan penyemprotan disinfektan setelah aktivitas pedagang di pasar sebagai upaya mencegah virus corona. “Kami telah kerjasama sinergitas dengan Dinkes, BPBD dan PMI dalam pelayanan kesehatan dan fasilitas cuci tangan,” katanya.

Soalpenyemprotan disinfektan, dilakukan agar para pedagang dan pengunjung pasar daerah nyaman ketika berbelanja sehingga tidak khawatir terdampak penyebaran Covid-19. “Kami tegaskan lagi bahwa pasar tetap beroperasi agar perputaran ekonomi tetap berjalan. Pedagang diminta antisipasi waspada penyebaran Covid-19,” tegas Warso.
Penulis : Ais
Editor : Sujatmiko

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *