Panen, Bojonegoro Kirim Beras ke Papua dan Palu

oleh
Beras yang diangkut para pekerja di Gudang Bulog Bojonegoro, untuk dikirim ke Kota Palu dan Papua, akhir bulan April 2020.Foto/dok. Bulog Bojonegoro

Bojonegoro-Perusahaan Umum (Perum) Bulog Sub Divisi Regional (Divre) III Bojonegoro mengirim beras ke Papua dan Palu, Sulawesi Tengah, pekan kedua dan ketiga April 2020 ini. Panen raya terjadi di Bojonegoro, Tuban dan Lamongan, menjadikan daerah di luar mengajukan permintaan beras di saat wabah corona terjadi.

Untuk pengiriman ke Kota Palu, Sulawesi Tengah, sebanyak 2000 ton beras. Sedangkan pengiriman ke Papua sebanyak 1500 ton beras dan dikirim pekan kedua April ini. Pengiriman ini sesuai permintaan Kantor Pusat Bulog di Jakarta, untuk disalurkan ke daerah yang produksi berasnya berkurang. “Ya, permintaan beras lewat kantor pusat dahulu,” ujar Wakil Kepala Perum Bulog Sub Divre III Bojonegoro Aan Sugiarto, pada Senin 27-April-2020.

Baca Juga :   Pilkades Ala Desa Pacul; Berdemokrasi dan Bahagia

Sebagai catatan di Bulog Sub Divre III Bojonegoro—membawahi tiga kabupaten, Tuban, Lamongan dan Bojonegoro, kini tengah melakukan pengadaan beras. Di tiga kabupaten itu, kini memang tengah menggelar panen tahap kedua tahun 2020 ini. Panen sudah mulai berlangsung pertengahan Maret dan masih berlangsung hingga awal Mei mendatag.

Menurut Aan, stok beras di Bulog Bojonegoro sebanyak 34 ribu ton. Jumlah sebanyak itu masih cukup untuk kebutuhan hingga akhir tahun 2020 ke depan. Beras milik Bulog Bojonegoro tersimpan di gudang yang menyebar di daerah kerjanya.

Di Bojonegoro kini, yang tengah panen merata di 28 kecamatan. Daerah yang panen tidak hanya didominasi sawah di pinggir Sungai Bengawan Solo, tetapi juga menyebar di Bojonegoro bagian selatan. Seperti di Kecamatan Dander, Gondang, Temayang, Sugihwaras, Kedungadem, Kepohbaru, juga di Ngasem, Tambakrejo, dan Ngraho.

Baca Juga :   Bupati Bojonegoro Hadiri Pembukaan KBSB di Desa Napis

Sebagian besar panen berada di persawahan pinggir Sungai Bengawan Solo yang berada di 16 kecamatan. Seperti Kecamatan Trucuk, Kalitidu, Malo, Dander, Kapas, Kanor, Baureno, Purwosari, Gayam, Padangan, Kasiman, Ngraho, Sumberejo, Balen dan Margomulyo. Sedangkan harga gabah kering panen, berada di kisaran Rp 3800 perkilogramnya.”Ya, sekitar itu harganya,” ujar Manan, petani asal Dander, Bojonegoro.

Sementara itu, Data di Dinas Peranian Bojonegoro luas lahan sawah yang dilaporkan ke Kementerian Pertanian sebanyak 128 ribu hektare. Lahan tersebut merata di 28 kecamatan yang ada di Kabupaten Bojonegoro.

Penulis : Sujatmiko

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *