Ngeri,  15 Ribu  Anak di Jawa Timur Kebelet  Kawin. Terbanyak Kabupaten Mana ya?

oleh
oleh
(Ketua Panitera Pengadilan Agama Kabupaten Bojonegoro, Sholikin Jamik)

Bojonegoro,damarinfo.com – Permasalahan Pernikahan Anak atau biasa disebut pernikahan dini di Indonesia masih menjadi masalah termasuk di Jawa Timur. Hal ini terlihat dari banyaknya permohonan dispensasi kawin atau Diska di Pengadilan-pengadilan Agama di Jawa Timur.

Tahun 2022, jumlah pemohon Diska di Jawa Timur mencapai 15.334 perkara, dari jumlah tersebut yang dikabulkan oleh Majelis Hakim sebanyak 15.080 perkara, yang  dicabut 179 perkara dan yang ditolak sebanyak 56 perkara, tidak diterima sebanyak 59 perkara dan yang digugurkan 28 perkara.

Dari sisi usia, jumlah pemohon diska usia kurang dari 15 tahun sebanyak 494 dan usia antara 15-19 tahun sebanyak 14.914 pemohon.  Dilihat dari pendidikan, pemohon Diska yang tidak sekolah 949 pemohon atau 6 persen, lulusan SD sebanyak 3.417 pemohon atau 22 persen, lulusan SMP sebanyak 6.860 pemohon atau 45 persen, lulusan SMA 4.137 pemohon atau 27 persen. Para pemohon diska tersebut sebanyak 9.499 pemohon atau 62 persen belum bekerja dan 5.909 pemohon atau 38 persen sudah bekerja swasta.

Kepala Panitera Pengadilan Agama Kabupaten Bojonegoro Sholikin Jamik mengaku prihatin melihat data Permohonan Diska di Jawa Timur khususnya jumlah pemohon diska di Bojonegoro.

Baca Juga :   Di Bojonegoro Kemiskinan Tinggi, Angka Pernikahan Anak juga Tinggi

“Ngeri. Bojonegoro nomor 9 se jatim. Tapi tertinggi se pantura (Tuban, Lamongan, Gresik)”  Kata Sholikin Jamik

Lanjut Sholikin Jamik, lebih ngeri pendaftar diska pendidikannya terbanyak lulus SMP, bahkan banyak juga yang baru lulus SD.

“kemiskinan dan kebodohan menjadi penyebab utama pernikahan anak” Tegas Sholikin Jamik

Baca Juga :   Jumlah Kasus Pernikahan Dini di Blora Masih Tinggi

Di Bojonegoro sendiri terdapat 532 permohonan diska, dari jumlah tersebut 521 permohonan dikabulkan, 5 permohonan dicabut, 6 permohonan ditolak. Dari sisi pendidikan 6 pemohon atau 1 persen tidak sekolah, 104 pemohon diska atau 20 persen adalah lulusan SD, 297 pemohon atau 56 persen lulusan SMP, dan 125 pemohon atau 23 persen lulusan SMA.

Kabupaten dengan pernikahan anak terbanyak di Jawa Timur tahun 2022 berdasar data dari Pengadilan Tinggi Agama Surabaya adalah Kabupaten Malang dengan jumlah 1.433 pemohon, berikutnya Kabupaten Jember dengan jumlah pemohon 1.355 dan yang ketiga adalah Kabupaten Probolinggo  sejumlah 1.136  pemohon.

Sementara permohonan diska paling sedikit adalah Kabupaten Sampang dan Kota Madiun dengan jumlah permohonan diska sebanyak 18 pemohon.

Penulis : Syafik

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *